Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang terus mengguyur Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, dalam beberapa hari terakhir memicu sejumlah bencana alam. Titik longsor bermunculan, beberapa tiang listrik tumbang, dan sebagian wilayah sempat mengalami pemadaman listrik serta gangguan komunikasi.
Mengetahui kondisi tersebut, Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, langsung memerintahkan dinas terkait untuk bergerak cepat ke lapangan.
Longsor pertama terjadi pada Selasa (25/11) sekitar pukul 19.43 WIB. Malam itu juga, Pemkab Humbang Hasundutan mengerahkan dua unit alat berat menuju lokasi.
Upaya awal sempat terhambat karena adanya kabel listrik tegangan tinggi yang tumbang, namun tim gabungan tetap melanjutkan penanganan setelah area dinyatakan aman.
Pembersihan material dilakukan sejak Selasa malam hingga Kamis (27/11). Petugas dari pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan masyarakat setempat bergotong-royong menyingkirkan material tanah dan batu, sekaligus membantu perbaikan jaringan listrik yang putus.
Alat berat juga disebar ke beberapa titik yang terkena dampak cukup parah agar akses jalan bisa segera dibuka.
Sejumlah desa terdampak longsor, di antaranya Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, serta jalur Desa Onan Ganjang menuju Desa Sihikkit. Hingga Kamis malam, pekerjaan pembersihan di Desa Sihikkit masih terus berlangsung.
Penanganan jalan juga dilakukan di kawasan Pangungkitan Pusuk Parlilitan, tepatnya di Sampean dan Jembatan Aek Bottar. Selain itu, pohon tumbang dilaporkan terjadi di Desa Huta Gurgur, Kecamatan Doloksanggul, yang menyebabkan sebagian tanaman warga rusak.
Bupati Oloan Nababan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di daerah perbukitan. Ia mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi, sehingga kemungkinan longsor susulan harus terus diantisipasi. (JH/E-4)
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Seorang remaja berinisial J (19) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di lapangan sepak bola yang terendam banjir
553 kepala keluarga (KK) di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terdampak banjir menyusul jebolnya tanggul Sungai Citarum
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto, Jawa Tengah masih membatalkan sejumlah perjalanan kereta api (KA).
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menyampaikan permohonan maaf pada pengguna atas gangguan perjalanan kereta wisata yang terdampak bencana banjir di jalur Pantura Jawa Tengah.
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
HUJAN deras dengan intensitas tinggi yang terjadi di beberapa daerah menyebabkan sebuah tebing setinggi 100 meter longsor menutup jalur pendakian sepanjang 100 meter.
Peristiwa longsor tersebut menyebabkan kirmir atau turap pembatas jalan roboh dan memicu penggerusan tanah.
Peristiwa tersebut harus menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, terutama dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi di wilayah dengan kondisi geografis rawan.
Korban selamat atas nama Ahmid, 71 dan Dian, 41, telah dievakuasi ke Rumah Sakit Universitas Padajajaran
Saksi mata menyatakan, sebanyak delapan orang menjadi korban longsor pembangunan lapangan futsal di Desa Cisempur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved