Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Tebing Longsor, Akses Sukarame-Tanjungjaya Terputus

Kristiadi
23/2/2026 05:40
Tebing Longsor, Akses Sukarame-Tanjungjaya Terputus
Tanah longsor memutus akses jalan penghubung antara Kecamatan Sukarame dan Kecamatan Tanjungjaya di Tasikmalaya.(MI/Kristiadi)

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan tebing setinggi sekitar 30 meter longsor dan menutup akses jalan penghubung antara Kecamatan Sukarame dan Kecamatan Tanjungjaya, Minggu (22/2).

Material longsoran berupa tanah, bongkahan pohon, dan batu besar menutup jalur utama di Kampung Dalem, Desa Sukamenak. Akibat kejadian ini, warga di Desa Sukamenak dan Desa Cilolohan terisolasi. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Cahyono Rahman, mengatakan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

"Tanah longsor menutup jalan penghubung antar Kecamatan Sukarame ke Kecamatan Tanjungjaya, tepatnya berada di Kampung Dalem, Desa Sukamenak dengan lebar 50 meter sepanjang 35 meter dan ketebalan tanah mencapai 3 meter hingga jaringan listrik tertimpa material longsor," katanya.

Menurutnya, longsoran juga menutup jembatan gantung Tonjong yang biasa digunakan warga sebagai jalur alternatif.

"Semua pengendara motor, mobil termasuk pejalan kaki terisolasi," ujarnya.

Upaya penanganan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Tagana, unsur kecamatan, pemerintah desa, relawan, dan warga setempat.

"Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, Tagana, unsur Kecamatan, Pemdes Sukamenak, relawan dan warga melakukan penanganan dengan evakuasi berupa bongkahan pohon yang terbawa longsor menggunakan golok dan menyemprot tanah," kata Cahyono.

Ia menambahkan, proses evakuasi masih dilakukan secara manual karena alat berat tidak dapat menjangkau lokasi.

Kapolsek Sukarame, Iptu Mulyadi, menyebut kondisi di lapangan cukup menantang karena lokasi longsor berada di area persawahan dan kebun.

"Akses jalan tertutup tanah longsor dengan lebar 50 meter sepanjang 35 meter hingga tidak bisa dilalui motor, mobil dan warga di Desa Sukamenak maupun Desa Ciloloha harus mencari jalur alternatif lebih jauh melalui Desa Wargakerta," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa proses penanganan masih berlangsung karena keterbatasan akses alat berat.

"Kondisi longsor belum sepenuhnya tertangani karena alat berat tidak bisa melalui jalan tersebut dan petugas harus melakukan secara manual," pungkasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya