Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan tebing setinggi sekitar 30 meter longsor dan menutup akses jalan penghubung antara Kecamatan Sukarame dan Kecamatan Tanjungjaya, Minggu (22/2).
Material longsoran berupa tanah, bongkahan pohon, dan batu besar menutup jalur utama di Kampung Dalem, Desa Sukamenak. Akibat kejadian ini, warga di Desa Sukamenak dan Desa Cilolohan terisolasi. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Cahyono Rahman, mengatakan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
"Tanah longsor menutup jalan penghubung antar Kecamatan Sukarame ke Kecamatan Tanjungjaya, tepatnya berada di Kampung Dalem, Desa Sukamenak dengan lebar 50 meter sepanjang 35 meter dan ketebalan tanah mencapai 3 meter hingga jaringan listrik tertimpa material longsor," katanya.
Menurutnya, longsoran juga menutup jembatan gantung Tonjong yang biasa digunakan warga sebagai jalur alternatif.
"Semua pengendara motor, mobil termasuk pejalan kaki terisolasi," ujarnya.
Upaya penanganan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Tagana, unsur kecamatan, pemerintah desa, relawan, dan warga setempat.
"Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, Tagana, unsur Kecamatan, Pemdes Sukamenak, relawan dan warga melakukan penanganan dengan evakuasi berupa bongkahan pohon yang terbawa longsor menggunakan golok dan menyemprot tanah," kata Cahyono.
Ia menambahkan, proses evakuasi masih dilakukan secara manual karena alat berat tidak dapat menjangkau lokasi.
Kapolsek Sukarame, Iptu Mulyadi, menyebut kondisi di lapangan cukup menantang karena lokasi longsor berada di area persawahan dan kebun.
"Akses jalan tertutup tanah longsor dengan lebar 50 meter sepanjang 35 meter hingga tidak bisa dilalui motor, mobil dan warga di Desa Sukamenak maupun Desa Ciloloha harus mencari jalur alternatif lebih jauh melalui Desa Wargakerta," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa proses penanganan masih berlangsung karena keterbatasan akses alat berat.
"Kondisi longsor belum sepenuhnya tertangani karena alat berat tidak bisa melalui jalan tersebut dan petugas harus melakukan secara manual," pungkasnya. (E-3)
Hujan deras yang terjadi sepekan terakhir menyebabkan kejadian bencana di sejumlah wilayah di Jawa Barat.
Akibat tanah longsor, untuk sementara waktu petak jalan Maswati - Sasaksaat terhalang dan tidak dapat dilalui perjalanan kereta api.
Terjadi tanah longsor di 17 titik yang kemungkinan bertambah, terputusnya jalan penghubung antara Kampung Hegarwangi dan Kampung Tipar di Kampung Datar Jeruk.
Longsor menggerus badan jalan sepanjang kurang lebih 8 meter, dengan lebar sekitar 3 meter dan tinggi mencapai 2 meter.
Hujan ekstrem di Depok menyebabkan 16 makam di TPU Muara Benda longsor ke Kali Ciliwung. Pemkot Depok segera pindahkan jenazah untuk cegah hanyut.
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved