Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Tanah Longsor Lumpuhkan Jalur Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran, Akses Terputus di 6 Titik

Kristiadi
10/2/2026 07:31
Tanah Longsor Lumpuhkan Jalur Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran, Akses Terputus di 6 Titik
Sebuah tebing setinggi 15 meter longsor menutup jalan alternatif penghubung antar Kabupaten Tasikmalaya ke Pangandaran, tepatnya di Dusun Awiluar, Desa Sirnajaya ke Desa Citalahab, Kecamatan Karangjaya putus dan amblasnya jalan hingga 6 titik tertutup tana(MI/Kristiadi)

HUJAN deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya sejak Senin (9/2) malam memicu bencana tanah longsor di Kecamatan Karangjaya. 

Sebuah tebing setinggi 15 meter dilaporkan ambrol dan menutup total akses jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya menuju Kabupaten Pangandaran.

Insiden ini tepatnya terjadi di Dusun Awiluar, Desa Sirnajaya menuju Desa Citalahab. 

Meski tidak memakan korban jiwa, material longsoran menutup badan jalan di enam titik berbeda. Kondisi terparah ditandai dengan amblasnya permukaan jalan yang membuat akses transportasi lumpuh total.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Cahyono, mengonfirmasi bahwa tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Kondisi di lapangan menunjukkan medan yang cukup berat karena kontur tanah yang masih labil.

"Kami bersama tim gabungan BPBD, TNI, Polres Tasikmalaya Kota, Brimob Polda Jabar, PUPR, relawan, warga setempat menutup jalan penghubung Tasikmalaya ke Pangandaran. Karena, adanya 6 titik tanah longsor termasuk paling besarnya sebuah tebing setinggi 15 meter menutup seluruh badan jalan, kontur tanah labil membuat jalan putus dan amblas," jelas Cahyono, Selasa (10/2).

Cahyono menambahkan bahwa evakuasi material sempat tertunda pada malam hari karena faktor keamanan. Hujan yang masih turun dan risiko longsor susulan dinilai terlalu berbahaya bagi petugas di lapangan. 

Pada Selasa (10/2), proses pembersihan mulai diintensifkan dengan mengerahkan alat berat guna mempercepat pembukaan akses.

"Jalan alternatif penghubung Kabupaten Tasikmalaya menuju Pangandaran tidak bisa dilalui mobil, motor dan memang di Dusun Awiluar, Desa Sirnajaya adanya jalan putus dan amblas menghabiskan seluruh badan jalan hingga berbahaya. Evakuasi tanah longsor akan dilakukan tim gabungan menggunakan alat manual dibantu ekskavator karena panjang tanah longsor 10 meter dan tebal tanah 2,5 meter," lanjutnya.

Senada dengan pihak BPBD, Camat Karangjaya, Atang Sumardi, menjelaskan bahwa sebaran titik longsor membuat mobilitas warga terganggu sepenuhnya. 

Titik utama longsoran memiliki ketebalan material tanah mencapai 2,5 meter dengan panjang sekitar 10 meter, tepatnya di area RT 018 RW 006 Dusun Awiluar.

"Tanah longsor yang menutup badan jalan penghubung antar Kabupaten Tasikmalaya menuju Pangandaran harus menggunakan ekskavator, karena tanah longsor salah satunya paling besar hanya satu tapi lainnya tersebar di 6 titik lokasi termasuk putus dan amblasnya akses alan. Bencana tanah longsor, membuat masyarakat terganggu dan untuk motor, mobil tidak bisa melewati karena lokasi bencana berbahaya," pungkas Atang.

Hingga saat ini, petugas masih bersiaga di lokasi. Masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur utama dan menghindari area terdampak hingga proses evakuasi dan perbaikan jalan dinyatakan selesai oleh pihak berwenang. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya