Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

20 Kejadian Tanah Longsor Terjadi di Depok sepanjang Februari 2026

Kisar Rajagukguk
26/2/2026 20:46
20 Kejadian Tanah Longsor Terjadi di Depok sepanjang Februari 2026
Bencana tanah longsor di Kota Depok.(Dok. BPBD Depok)

INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Depok mencatat 20 kejadian bencana yang didominasi tanah longsor di awal Februari 2026, yang menuntut penanganan cepat.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Depok Rizwan Nurahim mengatakan tengah menerjunkan alat berat untuk membersihkan material tanah dan batu yang menutup jalan dan aliran sungai akibat longsor, salah satunya di Kecamatan  Sukmajaya.

Dinas PUPR juga tengah menyiapkan desain teknis untuk penanganan longsor. "Termasuk pembangunan ulang tembok penahan tanah di wilayah terdampak," katanya, Kamis (26/2/2026).

Rizwan mengatakan, beberapa titik longsor di Kota Depok termasuk Kecamatan Sukmajaya, masih mengalami pergerakan tanah yang mengancam infrastruktur, sehingga tim Dinas PUPR bergerak cepat untuk memperbaiki sehingga tidak mengganggu distribusi ekonomi masyarakat.

Pergerakan tanah longsor, sambung Rizwan terjadi saat gaya pendorong pada lereng melebihi gaya penahan, dipicu oleh curah hujan tinggi (saturasi air), dan kemiringan lereng terjal.

 Faktor-faktor ini melemahkan kestabilan batuan dan tanah. Kami terus memantau titik-titik rawan dan mengimbau warga untuk waspada terhadap longsor susulan, terutama di area dengan curah hujan tinggi," ujarnya.

Dinas PUPR Kota Depok, kata Rizwan  tengah menyiapkan  anggaran sekitar Rp70 miliar untuk 453 proyek drainase rusak. Langkah ini dilakukan untuk mencegah banjir, mengatasi genangan air, serta menjaga ketahanan badan jalan dari kerusakan akibat air.

“Drainase menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu pembenahannya menjadi prioritas untuk meningkatkan konektivitas, kenyamanan, serta kualitas lingkungan hidup warga,” pungkas Rizwan. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya