Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
INTENSITAS hujan tinggi yang mengguyur Kota Depok, Jawa Barat, sejak Jumat (23/1) dini hari memicu rentetan bencana tanah longsor. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok mencatat sedikitnya terjadi delapan titik longsor dalam kurun waktu dini hari hingga pagi hari.
Insiden terbaru dilaporkan terjadi pada pukul 08.00 WIB di Kampung Gedong, RT 003 RW 19, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji. Material tanah dari tebing setinggi 20 meter dilaporkan menimpa rumah warga dan mengancam keselamatan penghuninya.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana DPKP Kota Depok, Deni Romulo Hutauruk, mengonfirmasi bahwa pihaknya bergerak cepat melakukan penyelamatan di lokasi tersebut. Sebanyak 15 warga yang terjebak di area rawan berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
"15 orang kita evakuasi. Mereka terdiri dari orang dewasa hingga balita. Mereka kita evakuasi ke lokasi yang lebih aman," ujar Deni dalam keterangannya, Jumat (23/1).
Nihil Korban Jiwa
Meski material longsoran memiliki dimensi cukup besar dengan panjang mencapai 15 meter, Deni memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam rentetan bencana kali ini. Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
"Tebing setinggi 20 meter dengan panjang 15 meter longsor, beruntung jarak rumah korban tidak mepet, sehingga daya rusak longsor tidak fatal," katanya.
Selain mengevakuasi warga, tim DPKP juga mengamankan harta benda milik masyarakat agar tidak terseret material tanah. Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) masih disiagakan di lapangan untuk melakukan penanganan darurat.
"Tim masih berjibaku di lapangan untuk memasang bambu dan karung berisi tanah agar rumah-rumah tidak ambruk," tambah Deni.
Depok Siaga Bencana
Deni menjelaskan, sebagian besar warga mampu menyelamatkan diri secara mandiri saat kejadian karena kondisi mereka yang belum terlelap tidur saat hujan deras melanda sejak subuh.
Penanganan material tanah dilakukan dengan mengerahkan puluhan petugas dibantu oleh warga setempat. "Dengan peralatan milik pemerintah, DPKP menyingkirkan material tanah," ujar dia.
Kendati demikian, DPKP memberikan peringatan keras bahwa ancaman longsor susulan masih mengintai, mengingat kondisi tanah di wilayah Kota Depok yang cenderung labil dan jenuh air akibat cuaca ekstrem. "Warga harus waspada, jangan sampai lengah, apalagi sampai jadi korban," terang dia.
Ia juga mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di dekat lereng atau bantaran sungai, untuk segera mengungsi sementara jika hujan deras kembali mengguyur dalam durasi lama.
Bencana di Kemiri Muka menambah daftar panjang insiden serupa di Depok pekan ini. Sehari sebelumnya, tanah longsor juga merusak fasilitas masjid dan pondok pesantren di kawasan Gandul, Kecamatan Cinere, yang memaksa evakuasi terhadap 17 santri yang tengah beraktivitas. (KG/P-2)
Gandeng BMKG, PT KAI Pantau Cuaca Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api Masa Angkutan Lebaran 2026
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Pantura, dan Solo Raya.
New York City berduka setelah 18 orang tewas akibat suhu beku ekstrem yang melanda selama 13 hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved