Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

BNPB Ingatkan Siaga Hujan Lebat di Kalsel dan Jatim

Ficky Ramadhan
02/3/2026 19:49
BNPB Ingatkan Siaga Hujan Lebat di Kalsel dan Jatim
Ilustrasim warga beraktivitas di tengah hujan lebat.(Dok. Antara)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimpun laporan kejadian dan penanganan bencana yang dilakukan pemerintah daerah pada periode Minggu (1/3) pukul 07.00 WIB hingga Senin (2/3) pukul 07.00 WIB. Memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di daerah terdampak.

"BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan," kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (2/3).

Adapun, angin puting beliung melanda Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Minggu (1/3) sekitar pukul 22.00 WITA saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Peristiwa ini terjadi di Desa Pualam Sari dan Desa Mekar Sari, Kecamatan Binuang.

Sebanyak 51 kepala keluarga (KK) terdampak akibat kejadian tersebut. Selain rumah warga, kerusakan juga dilaporkan pada satu unit fasilitas ibadah, satu unit fasilitas kesehatan, dan satu unit fasilitas umum. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.

Berdasarkan analisis inaRISK, Kabupaten Tapin memiliki potensi bahaya cuaca ekstrem pada tingkat sedang hingga tinggi, dengan 12 kecamatan berada dalam kategori tersebut.

Sementara itu, banjir juga melanda Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (28/2) dilaporkan telah surut dan terpantau pada Minggu (1/3). Banjir dipicu hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah tersebut.

Dua desa terdampak berada di Kecamatan Pakis, yakni Desa Saptorenggo dan Desa Mangliawan. Sebanyak 61 KK beserta tempat tinggalnya terdampak dalam kejadian ini.

Berdasarkan analisis inaRISK, Kabupaten Malang memiliki 31 kecamatan dengan potensi bahaya banjir pada tingkat sedang hingga tinggi.

Hingga Senin (3/3), wilayah Kalimantan Selatan dan Jawa Timur masih berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Melihat potensi bahaya dan prakiraan cuaca tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga.

"Melihat potensi bahaya dan prakiraan cuaca yang ada, kami mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta melakukan langkah-langkah mitigasi," ujarnya.

Dalam menghadapi potensi angin kencang dan hujan lebat, masyarakat diimbau memangkas ranting pohon di sekitar rumah serta memastikan struktur atap dalam kondisi kokoh. Selain itu, pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan bergotong royong membersihkan saluran air agar mampu menampung debit air hujan secara optimal. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya