Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Banjir Rendam Tujuh Wilayah, Kalsel Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

Denny Susanto
30/12/2025 14:00
Banjir Rendam Tujuh Wilayah, Kalsel Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi
Banjir di Kalimantan Selatan.(MI/Denny Susanto)

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan status kebencanaan menjadi tanggap darurat bencana hidrometeorologi menyusul semakin parahnya kondisi banjir di wilayah tersebut. Tercatat delapan kabupaten/kota di Kalsel dilanda banjir sejak dua pekan terakhir.

"Hasil rakor kita bersama pemda yang terkena bencana banjir kita sepakati untuk meningkatkan status bencana menjadi tanggap darurat," ungkap Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, Gusti Yanuar Rifai, di sela-sela peninjauan dan penyerahan bantuan kepada warga korban banjir di Desa Bincau, Kabupaten Banjar, Selasa (30/12).

Diakuinya saat ini kondisi banjir semakin meluas dan sudah melanda delapan daerah di Kalsel. Selain banjir beberapa daerah juga diterjang angin kencang. Delapan wilayah kabupaten/kota di Kalsel terutama sepanjang DAS dan dataran rendah dilanda banjir, meliputi Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Banjar, Tanah Laut, Tabalong dan Kota Banjarbaru. 

Sebelumnya Pemkab tiga daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana yaitu Kabupaten Balangan, Banjar dan Hulu Sungai Selatan. Wilayah-wilayah ini merupakan daerah terparah dilanda banjir. 

Senada Sekretaris Daerah Kalsel, Syarifudin mengatakan pihaknya telah meminta seluruh pemda 13 kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mitigasi dan penanganan bencana di lapangan. "Peningkatan status dilakukan sebagai langkah antisipatif agar penanganan di lapangan dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi. Melihat perkembangan kondisi di lapangan, jumlah wilayah terdampak juga bertambah," kata Syarifudin.

Status tanggap darurat menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mempercepat penyaluran bantuan logistik, pendirian posko, hingga dukungan personel lintas sektor, termasuk BPBD, TNI, Polri, dan relawan. Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat jumlah warga terdampak banjir di delapan kabupaten/kota lebih 30 ribu jiwa dan ribuan warga diantaranya terpaksa mengungsi. (DY/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya