Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Banjir Meluas, Sekolah di Kabupaten Banjar Terapkan Belajar Online

Denny Susanto
05/1/2026 12:20
Banjir Meluas, Sekolah di Kabupaten Banjar Terapkan Belajar Online
Posko dapur umum bagi korban terdampak banjir.(MI/Denny Susanto)

PEMERINTAH Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menerapkan kebijakan sekolah jarak jauh atau belajar online menyusul kondisi banjir yang masih melanda sebagian wilayah tersebut. Banjir rob akibat pasang laut masih melanda wilayah pesisir Kalimantan Selatan termasuk Kota Banjarmasin.

"Melihat kondisi sebagian wilayah masih dilanda banjir maka kita terapkan kebijakan sekolah jarak jauh atau online. Demikian juga dengan aktivitas pemerintahan yang terdampak. Status tanggap darurat bencana banjir pun kita perpanjang," kata Sekretaris Daerah Banjar, Yudi Andrea, Senin (5/1). 

Kabupaten Banjar merupakan daerah terparah dilanda bencana banjir yang sudah berlangsung satu bulan terakhir karena berada di wilayah dataran rendah aliran Sungai Martapura. Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat banjir di Kabupaten Banjar masih merendami 116 desa pada 8 kecamatan, dengan jumlah rumah terkena banjir 22.991 rumah dan jumlah warga terdampak 41.196 keluarga atau 116.027 jiwa. Ada 5.045 warga yang terpaksa mengungsi.

Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Kalsel, Ahmadi mengatakan sejauh ini penanganan warga terdampak banjir masih berjalan lancar. Namun melihat kondisi banjir yang semakin meluas pihaknya meminta pemda setingkat kelurahan atau RT membangun dapur umum mandiri guna mempermudah proses distribusi makanan kepada warga terdampak banjir.

"Masih banyak warga yang memilih bertahan di rumah-rumah mereka. Ini berpengaruh pada distribusi bantuan khususnya permakanan. Karena itu kita minta mereka yang lokasinya jauh dari dapur umum atau posko pengungsian dapat membangun dapur umun mandiri. Artinya bahan pokoknya kita bantu mereka masak sendiri," kata Ahmadi.

Dapur umum yang diselenggarakan Dinas Sosial Kalsel saat ini dipusatkan di Kecamatan Sungai Tabuk. Setiap harinya dapur umum ini menyalurkan 6.000 paket makanan kepada warga terdampak banjir di pengungsian dan lokasi terparah, serta kelompok rentan. Diakui Ahmadi distribusi makanan siap santap ini tidak mampu menjangkau keseluruhan warga korban banjir.

Selain Kabupaten Banjar, bencana banjir juga melanda sejumlah daerah di Kalsel yaitu Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tanah Laut dan Tapin. Sementara dalam tiga hari terakhir banjir rob merendam daerah pesisir Kalsel seperti Tanah Laut dan Barito Kuala, termasuk Kota Banjarmasin.

Pantauan Media Indonesia di Banjarmasin, rob akibat luapan Sungai Martapura dan Sungai Barito ini merendami hampir seluruh wilayah. Rob berlangsung pada malam hari hingga menjelang pagi dengan ketinggian pasang sungai mencapai 2,8 meter hingga 3,1 meter. Permukiman dan jalan-jalan Kota Banjarmasin berupa menjadi kolam dengan ketinggian genangan bervariasi antara 30-80 centimeter. (DY/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya