Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Banjir di Kalimantan Selatan sejak Desember 2025, Ekonomi Warga Terpuruk

Denny Susanto
14/1/2026 11:15
Banjir di Kalimantan Selatan sejak Desember 2025, Ekonomi Warga Terpuruk
Ilustrasi(Dok BNPB)

BENCANA banjir yang melanda sejumlah daerah di Kalimantan Selatan sejak Desember 2025 lalu menyebabkan terpuruknya perekonomian warga. Seluas 3.451 hektare lahan pertanian di Kabupaten Banjar terendam banjir.

Camat Martapura Barat, Ahmad Rabani, Rabu (14/1) mengungkapkan bencana banjir yang melanda wilayah lebih sebulan terakhir telah berimbas pada terpuruknya ekonomi warga. "Aktivitas warga yang mayoritas adalah petani terganggu dan ekonomi mereka terpuruk. Banyak dari mereka yang hanya mengandalkan bantuan sembako untuk bertahan hidup," ungkap Rabani saat meninjau posko pengungsian di kantor kecamatan Martapura Barat.

Di wilayah ini banjir masih merendam 13 desa dengan jumlah warga terdampak sebanyak 6.000 keluarga atau 18 ribu jiwa. Rabani yang juga menjabat Plt Camat Sungai Tabuk mengatakan di wilayah tersebut banjir merendam 19 desa dengan jumlah warga terdampak 60 ribu jiwa. "Beberapa desa seperti Lok Buntar dan Pabanahan ketinggian air mencapai 1,5 meter sehingga banyak yang mengungsi," ujarnya.

Kabupaten Banjar merupakan daerah terparah mengalami bencana banjir di Kalsel. Tercatat banjir merendami wilayah 9 kecamatan dan 119 desa, dengan jumlah warga terdampak 48.453 keluarga atau 140.596 jiwa. Jumlah warga mengungsi sebanyak 1.190 jiwa tersebar pada 20 posko pengungsian.

Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat banjir telah menyebabkan 3.451 hektare lahan persawahan terendam banjir, termasuk 218 sekolah dan ratusan fasilitas umum lainnya seperti tempat ibadah, kantor, jalan dan jembatan. Gubernur Kalsel, Muhidin mengatakan pihaknya melalui BPBD telah melakukan verifikasi data warga terdampak banjir untuk diberikan bantuan baik dari pemerintah maupun bantuan pribadi gubernur.

Pada bagian lain Polda Kalsel juga sejak awal Januari 2026 telah membangun posko dapur umum untuk membantu warga terdampak banjir di Kecamatan Martapura Barat. "Sedikitnya 3.000 bungkus nasi kita bagikan setiap hari. Selain nasi juga bantuan kesehatan dan air bersih dimana kita mengoperasikan water treatment berkapasitas 7.000 liter perhari. Air bersih ini sangat dibutuhkan warga," tutur Kepala Polres Banjar, Ajun Komisaris Besar Fadli. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya