Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Atasi Cuaca Ekstrem, Pemprov Jateng dan BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca

Akhmad Safuan
16/1/2026 21:08
Atasi Cuaca Ekstrem, Pemprov Jateng dan BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca
Persiapan pelaksanaan modifikasi cuaca di Kawasan Muria Raya okeh BNPB dipusatkan di Lapangan Udara Ahmad Yani (MI/Akhmad Safuan)

MENGATASI cuaca ekstrem dan banjir yang belum surut di Kabupaten Kudus, Jepara dan Pati, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan modifikasi cuaca Kawasan Muria Raya selama 5  hari mulai dari 15-20 Januari 2026. 

Pemantauan Media Indonesia Jumat (16/1) hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir masih berlangsung di puluhan daerah di Jawa Tengah, bahkan banjir masih merendam sejumlah daerah di Pantura seperti Pati, Kudus, Jepara,Demak, Semarang dan Kendal mengakibatkan ribuan rumah terendam dan puluhan ribu warga terdampak.

Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak, hingga mengakibatkan terganggunya aktivitas warga termasuk transportasi antar daerah yang terhambat banjir.

Mengatasi kondisi ini terutama dampak cuaca ekstrem yakni bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin puting beliung terutama di Demak, Jepara dan Kudus, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan modifikasi cuaca Kawasan Muria Raya selama 5  hari mulai dari 15-20 Januari 2026. 

"Betul, modifikasi cuaca di Muria Raya berlangsung dari 15-20 Januari dilaksanakan agar mengurangi intensitas hujan yang terjadi di kawasan tersebut" kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen Jumat (16/1)

Modifikasi cuaca bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ungkap Taj Yasin Maimoen, dipusatkan  dari Lapangan Udara di kawasan Bandara Ahmad Yani Semarang membutuhkan anggaran yang cukup besar, karena menggunakan sejumlah pesawat yang mengelilingi kawasan udara Muria Raya. 

Pesawat mengangkut sejumlah bahan kimia yang berfungsi untuk menyemai awan, demikian Taj Yasin Maimoen, diharapkan agar hujan tidak hanya terpusat di satu wilayah tersebut hingga risiko banjir dapat ditekan. "Setelah ini akan kita lakukan pemantauan dan evaluasi untuk mengetahui hasilnya, mohon doanya ya," tambahnya.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan operasi modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mereduksi curah hujan yang terpantau tinggi di wilayah  Kabupaten Kudus, Jepara dan Pati, sehingga berdampak terjadinya bencana hidrometeorologi di kawasan tersebut.

Selain modifikasi cuaca, ungkap Abdul Muhari, BNPB menurunkan tim reaksi cepat (TRC) ke tiga kabupaten terdampak banjir dan longsor di Muria Raya, untuk melakukan asesmen lapangan untuk ditindaklanjuti menjadi rencana penanganan darurat selanjutnya. (AS)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik