Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGATASI cuaca ekstrem dan banjir yang belum surut di Kabupaten Kudus, Jepara dan Pati, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan modifikasi cuaca Kawasan Muria Raya selama 5 hari mulai dari 15-20 Januari 2026.
Pemantauan Media Indonesia Jumat (16/1) hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir masih berlangsung di puluhan daerah di Jawa Tengah, bahkan banjir masih merendam sejumlah daerah di Pantura seperti Pati, Kudus, Jepara,Demak, Semarang dan Kendal mengakibatkan ribuan rumah terendam dan puluhan ribu warga terdampak.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak, hingga mengakibatkan terganggunya aktivitas warga termasuk transportasi antar daerah yang terhambat banjir.
Mengatasi kondisi ini terutama dampak cuaca ekstrem yakni bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin puting beliung terutama di Demak, Jepara dan Kudus, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan modifikasi cuaca Kawasan Muria Raya selama 5 hari mulai dari 15-20 Januari 2026.
"Betul, modifikasi cuaca di Muria Raya berlangsung dari 15-20 Januari dilaksanakan agar mengurangi intensitas hujan yang terjadi di kawasan tersebut" kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen Jumat (16/1)
Modifikasi cuaca bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ungkap Taj Yasin Maimoen, dipusatkan dari Lapangan Udara di kawasan Bandara Ahmad Yani Semarang membutuhkan anggaran yang cukup besar, karena menggunakan sejumlah pesawat yang mengelilingi kawasan udara Muria Raya.
Pesawat mengangkut sejumlah bahan kimia yang berfungsi untuk menyemai awan, demikian Taj Yasin Maimoen, diharapkan agar hujan tidak hanya terpusat di satu wilayah tersebut hingga risiko banjir dapat ditekan. "Setelah ini akan kita lakukan pemantauan dan evaluasi untuk mengetahui hasilnya, mohon doanya ya," tambahnya.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan operasi modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mereduksi curah hujan yang terpantau tinggi di wilayah Kabupaten Kudus, Jepara dan Pati, sehingga berdampak terjadinya bencana hidrometeorologi di kawasan tersebut.
Selain modifikasi cuaca, ungkap Abdul Muhari, BNPB menurunkan tim reaksi cepat (TRC) ke tiga kabupaten terdampak banjir dan longsor di Muria Raya, untuk melakukan asesmen lapangan untuk ditindaklanjuti menjadi rencana penanganan darurat selanjutnya. (AS)
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Meski beberapa bagian pesawat dan korban telah terlihat, proses evakuasi belum dapat dilakukan akibat cuaca ekstrem dan kondisi medan yang berat di lokasi.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Akibat intensitas hujan yang masih tinggi dan belum teratasinya sejumlah tanggul sungai yang jebol serta luapan sungai, banjir di daerah ini kembali meninggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved