Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 32 orang dilaporkan tewas setelah hujan lebat memicu banjir bandang dan tanah longsor mematikan di negara bagian Minas Gerais, Brasil. Dua wilayah yang terdampak paling parah adalah Kota Juiz de Fora, di mana 12 rumah tersapu longsor, dan Kota Ubá, di mana sungai setempat meluap hebat.
Hingga saat ini, petugas penyelamat masih terus melakukan pencarian terhadap sedikitnya 38 orang yang dinyatakan hilang. Sementara itu, ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal kini mulai dievakuasi ke posko-posko pengungsian yang telah disiapkan pemerintah setempat.
Ahli meteorologi menyatakan curah hujan yang turun di wilayah tersebut sepanjang bulan ini telah mencapai dua kali lipat dari rata-rata yang diperkirakan untuk bulan Februari. Situasi diperkirakan masih akan mengkhawatirkan mengingat hujan deras diprediksi tetap turun dalam beberapa hari ke depan.
Seorang warga Ubá, Lucas Gandra, menceritakan detik-detik mencekam saat air mulai merendam permukimannya pada Selasa dini hari waktu setempat.
"Pukul 00:07 air meluap dan pada pukul 00:20 air sudah menyebabkan kerusakan yang sangat besar. Air naik dengan sangat cepat," ungkap Gandra kepada BBC Brasil.
Meskipun kota yang terletak 300 km di utara Rio de Janeiro ini pernah mengalami banjir pada tahun 2019 dan 2020, Gandra menyebut bencana kali ini adalah yang paling menghancurkan.
"Saya melihat orang-orang yang terjebak di rumah mereka berteriak minta tolong dan tidak ada yang bisa kami lakukan. Ada satu rumah secara khusus, di mana sejujurnya saya pikir kami harus menyaksikan orang-orang di dalamnya tenggelam," tambahnya.
Data dari petugas pemadam kebakaran mencatat lebih dari 200 orang berhasil diselamatkan. Namun, maut tetap menjemput sejumlah warga, termasuk mereka yang justru kehilangan nyawa saat mencoba menolong orang lain.
Carolina Magalhães, seorang dokter gigi yang tinggal di Ubá, menggambarkan situasi kota sebagai pemandangan yang "mengerikan". Ia sempat merekam bagaimana derasnya arus menyapu benda-benda besar di jalanan.
"Awalnya sampah, lalu lemari es, kursi, sepeda motor, banyak tabung gas, hingga sebuah mobil van dan truk ikut hanyut lewat," kenang Carolina.
Saat air mulai surut, warga kembali ke rumah masing-masing hanya untuk menemukan pemandangan yang luluh lantak. Marcela Barbosa, seorang dokter setempat, menyebut kotanya kini sudah tidak bisa dikenali lagi karena tertutup lumpur dan puing-puing.
"Semuanya penuh lumpur, kehancuran total. Yang Anda lihat di jalanan hanyalah orang-orang dengan pakaian berlumpur, keluar untuk membersihkan dan saling membantu," ujar Marcela. (BBC/Z-2)
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan tebing setinggi sekitar 30 meter longsor.
Sebanyak 35 rumah rusak berat serta tertimbun akibat tanah longsor yang terjadi pada November 2025.
BENCANA longsor yang melanda Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, pada 25 November sekitar pukul 11.00 WIB menyisakan duka mendala.
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved