Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

30 Tewas dan Puluhan Hilang Akibat Longsor di Brasil

Thalatie K Yani
25/2/2026 07:44
30 Tewas dan Puluhan Hilang Akibat Longsor di Brasil
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.(AFP)

TIM penyelamat di tenggara Brasil terus berpacu dengan waktu untuk menemukan korban selamat setelah hujan deras memicu tanah longsor dan banjir bandang yang mematikan. Hingga Selasa waktu setempat, otoritas negara bagian Minas Gerais mengonfirmasi 30 orang tewas dan sedikitnya 39 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Hujan deras yang mengguyur sejak malam hari menyebabkan sungai meluap dan mengubah jalan-jalan di kota Juiz de Fora dan Uba menjadi arus air cokelat yang deras. Di sebuah lingkungan perbukitan di Juiz de Fora, sedikitnya 12 rumah tersapu habis oleh "tanah longsor masif".

"Banyak orang sedang berada di dalam rumah mereka saat hujan turun di malam hari," ujar Mayor Demetrius Goulart dari pemadam kebakaran kepada AFP.

Isak Tangis di Tengah Puing

Di lokasi bencana, suasana duka menyelimuti para keluarga yang menunggu kepastian. Wilton Aparecido de Souza, 42, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan putranya yang berusia 20 tahun terjebak di bawah reruntuhan.

"Dia anak yang baik, baru saja menyelesaikan wajib militer dan ingin membeli sepeda motor," tuturnya. "Setidaknya temukan tubuhnya, agar saya bisa memberinya pemakaman yang layak."

Kesedihan serupa dirasakan oleh para relawan. Atila Mauro, seorang tukang batu, mengaku hatinya hancur saat menggali barang-barang milik anak-anak di tengah lumpur. "Saat saya menemukan balon dan boneka beruang, itu menghancurkan hati saya. Saya juga seorang ayah," ucapnya.

Kondisi Ekstrem dan Curah Hujan Rekor

Walikota Juiz de Fora, Margarida Salomao, telah menetapkan status darurat. Ia menyebut wilayah berpenduduk setengah juta jiwa tersebut tengah mengalami Februari terbasah dalam sejarah, dengan akumulasi curah hujan mencapai 584 milimeter.

Setidaknya 20 titik longsor dilaporkan telah mengisolasi beberapa lingkungan, dan sekitar 440 orang terpaksa mengungsi. Pemerintah negara bagian pun telah meliburkan seluruh sekolah kota.

Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, melalui akun X miliknya menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah menjamin bantuan kemanusiaan dan pemulihan layanan dasar. "Fokus kami adalah menjamin bantuan kemanusiaan, pemulihan layanan dasar, bantuan bagi para pengungsi, dan dukungan untuk rekonstruksi," tulisnya.

Ancaman Cuaca Ekstrem

Brasil telah berulang kali dihantam tragedi akibat cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, banjir bandang di wilayah selatan Brasil menewaskan lebih dari 200 orang. Para ahli mengaitkan intensitas bencana ini dengan efek perubahan iklim global.

Meskipun harapan mulai memudar, tim penyelamat dan anjing pelacak masih terus menyisir puing-puing. Peluang menemukan korban selamat diakui semakin mengecil seiring berjalannya waktu, namun evakuasi seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang berhasil ditarik hidup-hidup setelah terjepit selama dua jam sempat memberikan sedikit harapan di tengah duka. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya