Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

BNPB: Tanah Longsor jadi Ancaman Baru yang Mengkhawatirkan

Atalaya Puspa
03/2/2026 18:30
BNPB: Tanah Longsor jadi Ancaman Baru yang Mengkhawatirkan
Tanah longsor di Bandung Barat.(Dok. Antara)

BENCANA tanah longsor kini menjadi salah satu ancaman serius dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

“Dari beberapa klaster bencana yang sering terjadi di Indonesia adalah bencana hidrometeorologi basah. Dan kami punya data bahwa beberapa tahun terakhir, di samping banjir dan banjir bandang, ternyata juga tanah longsor ini sekarang menjadi bencana yang harus kita perhatikan secara lebih seksama,” kata Suharyanto dalam rapat dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa (3/2). 

BNPB mencatat, sepanjang 2025 terjadi 2.009 kejadian bencana hidrometeorologi basah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 330 kejadian merupakan tanah longsor. Dampaknya tergolong tinggi.

“Korban longsor juga cukup besar, yaitu 237 meninggal dunia dan 31 orang hilang,” ujar Suharyanto.

Secara keseluruhan, bencana hidrometeorologi basah pada 2025 mengakibatkan 1.353 orang meninggal dunia dan 182 orang hilang. Data ini menunjukkan bahwa longsor menjadi salah satu penyumbang utama korban jiwa dalam rangkaian bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Suharyanto menjelaskan, meningkatnya ancaman longsor tidak hanya dipicu faktor cuaca ekstrem, tetapi juga kondisi lingkungan yang semakin rentan.

“Beberapa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini sudah sangat rentan menghadapi bencana, karena alih fungsi lahan serta menurunnya daya dukung dan daya tahan lingkungan,” ujarnya.

Kondisi tersebut terlihat pada sejumlah kejadian longsor besar yang menelan korban jiwa, seperti longsor di Cilacap dan Banjarnegara. Dalam dua kejadian tersebut, puluhan warga meninggal dunia dan sejumlah lainnya dinyatakan hilang akibat tertimbun material longsor.

BNPB menegaskan, ke depan penanganan dan mitigasi bencana longsor perlu menjadi perhatian bersama.

“Sehingga ini juga perlu kami sampaikan kepada Bapak-Ibu sekalian yang terhormat, bahwa ke depan mungkin menghadapi bencana longsor ini juga menjadi prioritas yang harus kita perhatikan bersama,” kata Suharyanto.

Menurut BNPB, upaya penguatan kesiapsiagaan terhadap tanah longsor harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah-wilayah yang secara historis sering mengalami kejadian serupa. Dengan karakter bencana yang kerap berulang di lokasi yang sama, langkah pencegahan dan kesiapan masyarakat menjadi kunci untuk menekan risiko korban jiwa di masa mendatang. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya