Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA tanah longsor kini menjadi salah satu ancaman serius dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
“Dari beberapa klaster bencana yang sering terjadi di Indonesia adalah bencana hidrometeorologi basah. Dan kami punya data bahwa beberapa tahun terakhir, di samping banjir dan banjir bandang, ternyata juga tanah longsor ini sekarang menjadi bencana yang harus kita perhatikan secara lebih seksama,” kata Suharyanto dalam rapat dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa (3/2).
BNPB mencatat, sepanjang 2025 terjadi 2.009 kejadian bencana hidrometeorologi basah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 330 kejadian merupakan tanah longsor. Dampaknya tergolong tinggi.
“Korban longsor juga cukup besar, yaitu 237 meninggal dunia dan 31 orang hilang,” ujar Suharyanto.
Secara keseluruhan, bencana hidrometeorologi basah pada 2025 mengakibatkan 1.353 orang meninggal dunia dan 182 orang hilang. Data ini menunjukkan bahwa longsor menjadi salah satu penyumbang utama korban jiwa dalam rangkaian bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Suharyanto menjelaskan, meningkatnya ancaman longsor tidak hanya dipicu faktor cuaca ekstrem, tetapi juga kondisi lingkungan yang semakin rentan.
“Beberapa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini sudah sangat rentan menghadapi bencana, karena alih fungsi lahan serta menurunnya daya dukung dan daya tahan lingkungan,” ujarnya.
Kondisi tersebut terlihat pada sejumlah kejadian longsor besar yang menelan korban jiwa, seperti longsor di Cilacap dan Banjarnegara. Dalam dua kejadian tersebut, puluhan warga meninggal dunia dan sejumlah lainnya dinyatakan hilang akibat tertimbun material longsor.
BNPB menegaskan, ke depan penanganan dan mitigasi bencana longsor perlu menjadi perhatian bersama.
“Sehingga ini juga perlu kami sampaikan kepada Bapak-Ibu sekalian yang terhormat, bahwa ke depan mungkin menghadapi bencana longsor ini juga menjadi prioritas yang harus kita perhatikan bersama,” kata Suharyanto.
Menurut BNPB, upaya penguatan kesiapsiagaan terhadap tanah longsor harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah-wilayah yang secara historis sering mengalami kejadian serupa. Dengan karakter bencana yang kerap berulang di lokasi yang sama, langkah pencegahan dan kesiapan masyarakat menjadi kunci untuk menekan risiko korban jiwa di masa mendatang. (H-3)
bencana tanah longsor di Watukumpul, Kabupaten Pemalang menimpa rumah warga, menutup ruas jalan dan mengakibatkan satu orang tewas
Petugas BPBD Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimcam setempat langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan evakuasi dan pengamanan area sekaligus asesmen.
SEJUMLAH bangunan rumah warga dan tempat ibadah di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, terdampak bencana tanah longsor, Selasa (3/2) petang.
Selain proses evakuasi, Baznas juga mengaktifkan layanan Dapur Air di lokasi banjir bandang dan longsor di Bandung Barat.
TIM Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi 57 jenazah korban longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved