Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi kondisi cuaca yang lebih kering pada 2026 sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini dipicu oleh berakhirnya fase La Niña dan beralihnya iklim ke fase netral.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan, kondisi cuaca di Indonesia pada 2026 mulai April mendatang akan dipengaruhi fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole yang berada pada fase netral. Kondisi tersebut mengindikasikan curah hujan cenderung lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Artinya, kita harus bersiap karena tantangan karhutla tahun ini akan lebih berat akibat kondisi yang lebih kering, bahkan sedikit di bawah rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir,” ujar Faisal di Jakarta, Jumat (6/3).
Ia menjelaskan wilayah ekuator seperti Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat saat ini tengah mengalami fase kemarau kecil. BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memanfaatkan momentum ini untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Langkah ini bertujuan untuk menurunkan hujan buatan guna membasahi lahan gambut agar lebih jenuh air sebelum periode kering mencapai puncaknya pada Juni hingga Agustus. Sementara itu, wilayah selatan seperti Jawa dan Bali diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada pertengahan Maret.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melaporkan bahwa upaya kolektif pada 2025 berhasil menekan luas karhutla menjadi 359.619 hektare, turun dari 376.805 hektare pada 2024. Penurunan ini merupakan hasil kerja keras Manggala Agni, TNI-Polri, dan Masyarakat Peduli Api.
BMKG juga memantau potensi siklus El Niño empat tahunan yang diperkirakan dapat terjadi pada 2027. Jika fenomena tersebut muncul bersamaan dengan penguatan Monsun Australia yang membawa massa udara kering, Indonesia berpotensi menghadapi musim kemarau yang jauh lebih ekstrem di masa depan. (Z-10)
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved