Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEHARI usai penetapan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau, Sabtu (14/2), sebanyak ratusan personel Manggala Agni dikerahkan untuk operasi pemadaman darat. Bahkan penambahan pasukan untuk Provinsi Riau juga dilakukan dari Provinsi Jambi untuk membantu penanganan Karhutla.
Diketahui, sejauh ini estimasi lapangan hasil ukur kasar dengan GPS didapati total luas pada 8 lokasi Karhutla di Riau telah mencapai 745,5 ha. Di antaranya Desa Karya Indah, Kampar seluas 2 ha, Bukit Timah, Dumai seluas 2 ha, Rantau Bais, Rokan Hilir (Rohil) seluas 2 ha, Sukarjo Mesim, Bengkalis seluas 50 ha status lahan hutan lindung atau HL. Kemudian Tanjung Leban, Bengkalis seluas100 ha status hutan produksi atau HP. Selanjutnya Teluk Meranti, Pelalawan seluas 3,5 ha status lahan areal peruntukkan lain (APL), Pulau Muda, Pelalawan seluas 21 ha, dan Teluk Beringin Pelalawan seluas 565 ha (APL, HP, HL).
“Hari ini 138 personel yang pemadaman. Penambahan pasukan dari jambi saat ini dalam perjalanan,” kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Kabalai Dalkarhut) Sumatra Ferdian Krisnanto kepada Media Indonesia, Sabtu (14/2).
Ia menjelaskan, dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak. Pihaknya, menargetkan Karhutla yang melanda Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan bisa dituntaskan secepatnya.
“Teluk meranti target hari ini tuntas. Lokasi lain masih dalam penanganan,” ujar Ferdian.
Ia mengungkapkan, untuk dampak hujan yang terjadi di sekitaran Pekanbaru pada dini hari ini, belum sampai ke lokasi-lokasi pemadaman. Lantaran itu, tim pemadam masih terus berjibaku melaksanakan operasi pemadaman di wilayah perbatasan Kota Pekanbaru demi mencegah terjadinya dampak kabut asap Karhutla.
“Ini pesan ke seluruhya, untuk sebaiknya dihindari praktek-praktek penyiapan lahan baik untuk membuka kebun atau pembersihan kavling dengan pembakaran. Dengan kondisi yang saat ini minim hujan dan bahan bakaran kering serta angin yang kencang dan berubah-ubah arah, akan samgat berisiko menjadi kebakaran besar,” tegas Ferdian.
“Kita berharap bulan Ramadan kondisi Riau bebas dari asap dan kebakaran hutan,” tambahnya.
Ia juga menambahkan, dalam rapat penetapan Siaga Darurat Karhutla, pihaknya bersama-sama telah meminta pemerintah pusat dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) agar segera melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) dan mengirimkan bantuan helikoter water bombing dan helikopter patroli Karhutla.
“Kita sudah rapat kemarin untuk segera request ke BNPB dan Kemenhut beriringan dengan penetapan status siaga darurat. Potensi hujan masih ada di Riau walaupun kecil, masih bisa dimanfaatkan untuk OMC. Membasahi gambut dan mengisi embung-embung,” pungkasnya.
Total ada 110 personel yang dikerahkan dengan 22 unit kendaraan damkar berjibaku memadamkan api
Gubernur Jambi Al Haris melaporkan jumlah kejadian karhutla di Provinsi Jambi periode Januari hingga 26 Juli 2025 yakni 110 kejadian. Dengan luasan areal terbakar menembus 421,77 hektare
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved