Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PETUGAS Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu membutuhkan waktu hampir 10 jam untuk menjinakkan api yang menghanguskan rumah tinggal dan tempat usaha aksesoris di Jalan Lopis Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Kamis (18/12) malam.
Luasnya area yang terbakar serta material yang mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung hingga Jumat pagi. Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa operasi pemadaman dilakukan secara maraton.
“Kami mulai aksi pemadaman pukul 20.20 WIB dan pemadaman baru selesai dilakukan pada Jumat pagi pukul 08.08 WIB,” kata Gatot di Jakarta, Jumat (19/12).
Dalam upaya memutus perambatan api di lokasi seluas 1.680 meter persegi tersebut, sebanyak 22 unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan. Gatot menyebut ratusan personel diterjunkan untuk menguasai keadaan di lapangan. “Total ada 110 personel yang dikerahkan dengan 22 unit kendaraan damkar berjibaku memadamkan api,” tuturnya.
Berdasarkan kronologi petugas, laporan kebakaran diterima pada Kamis pukul 20.13 WIB. Personel tiba di lokasi enam menit kemudian dan langsung melakukan upaya pelokalisasian api. Meski api berhasil dikendalikan dan masuk tahap pendinginan pada pukul 22.05 WIB, proses tersebut memakan waktu panjang guna memastikan tidak ada sisa bara yang memicu api kembali. “Pendinginan lokasi dilakukan dari pukul 22.05 WIB hingga Jumat pagi baru pemadaman berakhir,” jelas Gatot.
Nahas, musibah ini merenggut nyawa lima orang penghuni bangunan. Para korban terdiri dari empat perempuan, yakni Bunhui, 56, Natilia, 24, Gisel, 7, dan seorang pengasuh anak (baby sitter), serta seorang pria bernama Tiong W Moi, 70.
Gatot menambahkan, kebakaran tersebut berdampak pada tiga kepala keluarga. “Ada tiga kepala keluarga terdampak dengan tujuh jiwa di lokasi ini dan lima orang meninggal dunia,” pungkasnya. (Ant/P-2)
Dugaan sementara, titik api dipicu oleh gangguan pada instalasi kelistrikan.
Kebakaran yang melanda sebuah rumah toko (ruko) empat lantai di Komplek Ruko Jalan Vikamas Timur 1.
Orangtua korban baru mengetahui selama ini baby sitternya suka memukul dan menganiaya anaknya.
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (KPKP) Unang Rustanto mengaku tak ingin berkomentar lebih jauh soal keberadaan pagar laut tersebut.
Isnawa mengatakan BMKG telah mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir atau rob pada tanggal 11 Desember-20 Desember 2024.
Kepolisian terus bergerak menelusuri setiap petunjuk terkait keberadaan tersangka AJ.
Korban yang sedang berdiri di dalam bus awalnya mengira cairan yang mengenai pakaian bagian belakangnya berasal dari pendingin udara (AC).
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW, 54, dan NJ, 49.
Genangan banjir masih terjadi di enam Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Utara hingga Selasa siang, sebagai dampak hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Senin (12/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved