Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Potensi Cuaca Ekstrem, BNPB Ingatkan Risiko Longsor Susulan di Bantargebang

Putri Rosmalia Octaviyani
10/3/2026 18:38
Potensi Cuaca Ekstrem, BNPB Ingatkan Risiko Longsor Susulan di Bantargebang
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.(Dok. Antara)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan peringatan serius mengenai potensi longsor susulan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi. Peringatan longsor Bantargebang susulan ini menyusul prakiraan cuaca ekstrem dari BMKG yang menunjukkan potensi hujan lebat di wilayah Jabodetabek dalam dua hari ke depan, yang dapat memperburuk stabilitas timbunan sampah yang saat ini masih labil.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa tim di lapangan telah diinstruksikan untuk menerapkan protokol keselamatan yang sangat ketat. Hal ini dilakukan guna menghindari adanya tambahan korban jiwa di tengah proses evakuasi korban longsor Bantargebang yang masih berlangsung.

Kronologi dan Dampak Kerusakan Longsor Bantargebang

Longsor gunung sampah terjadi di Zona 4 TPST Bantargebang pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.30 WIB. Selain menimbulkan korban jiwa, longsoran material sampah juga menimbun sejumlah truk pengangkut sampah serta bangunan warung yang berada di sekitar area tersebut.

Tim gabungan dari BPBD Kota Bekasi, Unit Siaga SAR Bekasi, dan BPBD Provinsi Jakarta langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi serta pendataan kerugian materiil sesaat setelah kejadian berlangsung.

Operasi SAR Melibatkan Anjing Pelacak (K9)

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan bahwa operasi pencarian hari kedua korban longsor Bantargebang melibatkan sedikitnya 336 personel SAR gabungan. Fokus pencarian saat ini dilakukan pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban berdasarkan keterangan saksi mata.

"Tim membuka akses menuju titik longsoran menggunakan alat berat seperti ekskavator, serta mengerahkan anjing pelacak (K9) untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan korban yang masih tertimbun material," ujar Desiana di Jakarta, Senin (9/3).

BNPB dan Basarnas mengimbau masyarakat dan pekerja di area TPST Bantargebang untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya