Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Gubernur Dedi Mulyadi Sampaikan Dukacita atas Longsor TPST Bantargebang

Sugeng Sumariyadi
09/3/2026 16:53
Gubernur Dedi Mulyadi Sampaikan Dukacita atas Longsor TPST Bantargebang
Ilustrasi(Antara)

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan dukacita atas longsor yang menimpa Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS) Bantargebang, Kota Bekasi. TPST tersebut  dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Kami mendukung semoga TPST Bantargebang bisa segera ditangani dengan baik dan tidak terjadi longsor lagi," kata KDM dalam keterangan, Senin (9/3).

KDM meminta semua pihak menjadikan musibah ini sebagai pembelajaran agar tetap waspada. Pasalnya, musibah sering terjadi tanpa diduga.

Kembali temukan jasad

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta kembali menemukan jasad korban yang tertimbun longsoran gunungan sampah di TPST Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Satu jenazah ditemukan siang tadi, sehingga total ada lima orang yang meninggal dunia,” kata Humas Basarnas DKI Jakarta Romli Prasetyo di Jakarta, Senin.

Hingga kini, kata dia, petugas masih mencari empat orang lagi yang diduga masih tertimbun. “Sejauh ini empat orang yang selamat,” kata dia.

Basarnas DKI Jakarta mencatat ada 13 orang menjadi korban longsoran gunung sampah yang terjadi pada Minggu (8/3/2026). Empat orang yang selamat yakni Budiman, Joha, Safifudin, dan Slamet.

Sementara itu, korban meninggal pemilik warung Enda Widayanti, 25, pemilik warung Sumine, 60, supir truk Dedi Sutrisno dan Irwan Supriatin.

“Ditambah satu jasad lagi yang baru ditemukan petugas. Kami masih mencari empat orang korban yang belum ditemukan” ucap Romli.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan longsor sampah di TPST Bantargebang menjadi alarm keras agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghentikan pengelolaan sampah metode open dumping.

"Kejadian ini seharusnya tidak perlu terjadi jika pengelolaan dilakukan sesuai aturan. TPST Bantargebang harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk segera berbenah, demi keselamatan jiwa manusia dan kelestarian lingkungan," kata Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq dalam pernyataan. (SG/Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya