Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth minta agar ada evaluasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI setelah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang longsor. Longsornya TPST Bantargebang mengakibatkan 5 orang meninggal dunia.
Evaluasi terhadap PTSP Bantargebang itu, mencangkup keamanan, manajemen sampah dan keselamatan masyarakat di sekitar PTSP.
"Pemprov DKI segera melakukan evaluasi total terhadap sistem pengelolaan dan keamanan di Bantargebang. Keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama," tegasnya di Jakarta, Senin (9/3).
Kenneth turut mengucapkan bela sungkawa mengenai longsornya TPST Bantargebang. Menurutnya itu menjadi tanda bahwa pengelolaan sampah perlu pembenahan.
TPST Bantargebang, kata dia, selama ini menampung sebagian besar sampah dari Jakarta. Volume sampah itu menimbulkan timbunan yang luar biasa. Pemprov DKI diminta untuk melakukan evaluasi termasuk risiko bencana longsor, kebakaran, pencemaran lingkungan dan ancaman keselamatan orang yang bekerja di sekitar PTSP.
Ia mengatakan longsornya PTSP Bantargebang menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah tak bisa bergantung pada landfill. Pemerintah, ujarnya, perlu mengurangi sampah dengan memilah dari sumber terutama sampah rumah tangga.
Ia juga minta agar ada jaringan bank sampah di tingkat RW dan kelurahan sehingga masyarakat dapat memisahkan sampah organik dan nonorganik.
"Dengan cara itu, volume sampah yang masuk ke TPST Bantargebang dapat ditekan," ujar dia.
Untuk mengurangi beban volume sampah, ia berharap fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi seperti refuse derived fuel" (RDF) dan pengolahan kompos untuk sampah organik bisa diterapkan.
Diversifikasi metode pengolahan seperti itu, ujar dia, mengurangi beban Bantargebang agar tidak lagi menjadi tempat pembuangan sampah satu-satunya di sekitar Jakarta. (Ant/H-4)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan dukacita atas longsor TPST Bantargebang, Bekasi, dan mengimbau semua pihak agar tetap waspada terhadap musibah yang tidak terduga.
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk melakukan pencarian korban longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.
Pemda mengakui adanya kendala pengangkutan akibat daya tampung TPA yang sudah tidak memadai.
Musibah ini merupakan peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera menghentikan metode open dumping yang masih dipraktikkan di TPST Bantar Gebang.
Danantara Indonesia resmi mengumumkan mitra terpilih untuk fasilitas Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi dan Denpasar.
Kebersihan kawasan pesisir di Pulau Dewata dinilai bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan citra Indonesia di mata dunia.
Plt Bupati Bekasi geram dan menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku pembuangan sampah sembarangan di Kabupaten Bekasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved