Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Lima Orang Meninggal Akibat Longsor Bantargebang, DPRD DKI Minta Pemprov Evaluasi

Media Indonesia
09/3/2026 16:10
Lima Orang Meninggal Akibat Longsor Bantargebang, DPRD DKI Minta Pemprov Evaluasi
Foto udara antrean truk di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi Jawa Barat, Rabu (15/10/2025)(ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/rwa.)

ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth minta agar ada evaluasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI setelah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang longsor. Longsornya TPST Bantargebang mengakibatkan 5 orang meninggal dunia. 

Evaluasi terhadap PTSP Bantargebang itu, mencangkup keamanan, manajemen sampah dan keselamatan masyarakat di sekitar PTSP.

"Pemprov DKI segera melakukan evaluasi total terhadap sistem pengelolaan dan keamanan di Bantargebang. Keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama," tegasnya di Jakarta, Senin (9/3).

Kenneth turut mengucapkan bela sungkawa mengenai longsornya TPST Bantargebang. Menurutnya itu menjadi tanda bahwa pengelolaan sampah perlu pembenahan.

TPST Bantargebang, kata dia, selama ini menampung sebagian besar sampah dari Jakarta. Volume sampah itu menimbulkan timbunan yang luar biasa. Pemprov DKI diminta untuk melakukan evaluasi termasuk risiko bencana longsor, kebakaran, pencemaran lingkungan dan ancaman keselamatan orang yang bekerja di sekitar PTSP.

Ia mengatakan longsornya PTSP Bantargebang menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah tak bisa bergantung pada landfill. Pemerintah, ujarnya, perlu mengurangi sampah dengan memilah dari sumber terutama sampah rumah tangga. 

Ia juga minta agar ada jaringan bank sampah di tingkat RW dan kelurahan sehingga masyarakat dapat memisahkan sampah organik dan nonorganik.

"Dengan cara itu, volume sampah yang masuk ke TPST Bantargebang dapat ditekan," ujar dia.

Untuk mengurangi beban volume sampah, ia berharap fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi seperti refuse derived fuel" (RDF) dan pengolahan kompos untuk sampah organik bisa diterapkan.

Diversifikasi metode pengolahan seperti itu, ujar dia, mengurangi beban Bantargebang agar tidak lagi menjadi tempat pembuangan sampah satu-satunya di sekitar Jakarta. (Ant/H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya