Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Kesal dengan Sampah Liar, Plt Bupati Bekasi Siapkan Hadiah bagi Pelapor

Anton Kustedja Abdullah
03/3/2026 20:59
Kesal dengan Sampah Liar, Plt Bupati Bekasi Siapkan Hadiah bagi Pelapor
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melaksanakan kurve (kerja bakti massal) membersihkan sampah liar di sepanjang Jalan Inspeksi Kalimalang, Cikarang Barat, Senin (2/3).(DOK.PEMKABBEKASI)

PELAKSANA Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja kesal dengan maraknya pembuangan sampah liar di wilayahnya. Pemerintah Kabupaten Bekasi pun menegaskan akan menindak tegas pelaku dan menyiapkan sayembara bagi warga yang melaporkan pembuang sampah ilegal.

Kesadaran masyarakat yang sangat minim membuat Plt Bupati Bekasi geram dan menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku pembuangan sampah sembarangan di Kabupaten Bekasi. "Biasanya mereka buang sampah malam atau subuh. Kalau ada masyarakat yang melihat dan melaporkan kepada kita, kita beri apresiasi dan pembuang sampahnya kita tindak tegas," tegas Asep Surya dalam keterangannya dikutip Rabu (3/3).

Menurut dia, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan pembuangan sampah liar terjadi di lebih dari satu titik. Karena itu, selain telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah Tahun 2025, Pemkab Bekasi akan memperkuat langkah penindakan.

"Kita akan berikan tindakan apabila ada yang membuang sampah sembarangan. Kita sudah punya perda, jadi akan kita tindak," ujarnya.

Pemkab Bekasi bersama unsur Forkopimda berencana membuat sayembara bagi masyarakat yang melaporkan pelaku pembuangan sampah ilegal. Pelapor yang informasinya terbukti benar akan diberikan hadiah.

2.250 TON PER HARI
Selain itu, Plt Bupati juga mengakui tantangan pengelolaan sampah di wilayahnya tidak ringan. Dengan jumlah penduduk sekitar 3,3 juta jiwa, produksi sampah di Kabupaten Bekasi mencapai kurang lebih 2.250 ton per hari. Jika dihitung rata-rata, setiap warga menghasilkan sekitar 0,7 kilogram sampah per hari.

Meski pengangkutan dilakukan setiap hari, tingginya volume sampah menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

"Setiap hari sudah diambil, tapi dengan jumlah penduduk yang padat, tentu ini tidak mudah," katanya.

Ia pun mengapresiasi dukungan TNI dan Polri dalam upaya penanganan sampah. Ke depan, operasi penertiban akan dilakukan secara gabungan bersama unsur Forkopimda, tidak hanya melibatkan perangkat daerah.

"Tidak hanya bupati dan dinas saja, nanti kita gabung dengan Forkopimda. Ini perlu kerja bersama," tandasnya. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya