Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Jakarta Siap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Mulai Pertengahan 2026

Mohamad Farhan Zhuhri
10/2/2026 20:47
Jakarta Siap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Mulai Pertengahan 2026
RDF Rorotan.(Antara)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap rencana pembangunan sejumlah pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) atau intermediate treatment facility (ITF) di Jakarta yang akan dimulai pada pertengahan 2026.

Fasilitas tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah sekaligus transisi energi di Ibu Kota. Pramono menargetkan proses pembangunan bisa mulai berjalan pada pertengahan 2026.

"Jakarta sekarang ini, hal yang berkaitan dengan pengolahan sampah, sebentar lagi akan ada beberapa (pembangkit listrik tenaga sampah). Mudah-mudahan kita akan bisa start, mudah-mudahan di pertengahan tahun ini," kata Pramono di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Selasa (10/2).

Ia menyebut, saat ini Jakarta telah memiliki lahan untuk membangun ITF di Sunter, Jakarta Utara, dan akan kembali dilanjutkan.

Selanjutnya, fasilitas serupa akan dibangun di sejumlah titik lain, yakni Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.

Menurut Pramono, pembangunan PLTSa tidak hanya ditujukan untuk mengurangi beban sampah Jakarta, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pengurangan emisi.

Energi yang dihasilkan dari pengolahan sampah diharapkan dapat menggantikan pembangkit listrik berbasis batu bara, terutama yang memasok kebutuhan industri di sekitar Jakarta.

"Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi yang signifikan akan mengurangi atau menurunkan kontribusi emisi yang ada di Jakarta," tutur Pramono.

Berkenaan dengan itu, sebelumnya Pramono mengakui adanya acaman kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang penuh dalam beberapa tahun ke depan.

Bantargebang selama ini menjadi tumpuan utama pengelolaan sampah Jakarta, dengan akumulasi sampah yang disebut telah mencapai puluhan juta ton.

Jika tidak ada perubahan signifikan dalam sistem pengolahan, TPST yang berada di wilayah Bekasi itu diproyeksikan tak lagi mampu menampung sampah Ibu Kota.

Karena itu, pemerintah akan menjalankan proyek PLTSa sebagai langkah utama untuk mengurangi beban timbunan sampah yang dihasilkan di Jakarta.

Pramono mengaku Jakarta membutuhkan setidaknya empat PLTSa untuk menyelesaikan menyelesaikan persoalan sampah Jakarta yang kian menumpuk. Merespons kondisi itu, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan Pemprov DKI tengah merencanakan pembangunan dua PLTSa di Jakarta.

"Sesuai dengan pembicaraan dengan Danantara pada waktu itu, dengan Pak Rosan secara langsung, akan ada dua pembangkit listrik tenaga sampah," ujarnya.

Pramono berharap keberadaan PLTSa dapat mengurangi secara bertahap timbunan sampah lama yang saat ini sudah menggunung di Bantargebang. Saat ini, stok sampah di lokasi tersebut disebut mencapai sekitar 55 juta ton.

"Mudah-mudahan 55 juta ton yang sekarang stok ada di Bantargebang secara signifikan pelan-pelan akan turun. Itu yang akan kami lakukan," ujar Pramono. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya