Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Pemkot Sukabumi Cari Solusi Tangani 180 Ton Sampah per Hari

Benny Bastiandy
23/2/2026 20:55
Pemkot Sukabumi Cari Solusi Tangani 180 Ton Sampah per Hari
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana menyerahkan bantuan sepeda motor sampah untuk 7 kecamatan.(MI/BENNY BASTIANDY)

TIMBULAN volume sampah di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mencapai hampir 180 ton per hari. Kondisi itu jadi persoalan mengingat daya tampung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul di Kecamatan Lembursitu makin terbatas.

Pemerintah Kota Sukabumi terus berinovasi agar persoalan sampah bisa dicarikan solusinya. Bertepatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati di Kota Sukabumi pada Senin (23/2), pemkot mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat perang terhadap sampah.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan peringatan HPSN harus momentum perubahan pola pikir, terutama kalangan aparatur sipil negara (ASN), dalam bekerja yang awalnya sekadar rutinitas, kini menjadi berorientasi pada produktivitas, efektivitas, dan efisiensi. Satu di antaranya turut bersama-sama memerangi sampah yang volumenya cenderung terus meningkat seiring meningkatnya juga gaya hidup masyarakat yang konsumtif.

"Persoalan sampah ini harus dilakukan melalui langkah nyata dan terukur. Ini harus kita kerjakan bersama-sama," kata Ayep usai memimpin apel peringatan HPSN di halaman Sekretariat Daerah Kota Sukabumi.

Salah satu upaya mengatasi persoalan sampah dilakukan Pemkot Sukabumi dengan  menyerahkan bantuan berupa 7 unit motor pengangkut sampah. Kendaraan itu  didistribusikan kepada tujuh kecamatan di Kota Sukabumi untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di tingkat wilayah.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan merealisasikan pembangunan satu TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam waktu dekat. Keberadaannya diharapkan bisa mengolah sampah menjadi refuse derived fuel (RDF).

Ayep menyebut, hasil olahan RDF itu dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Sejauh ini, Pemkot Sukabumi sudah membuka komunikasi dengan pihak PLTU Palabuhanratu untuk menjajaki kemungkinan potensi kerja sama.

"Kami juga akan menambah satu mesin pengering sampah dengan tingkat kekeringan di bawah 14 persen. Ini bisa meningkatkan kualitas hasil pengolahan sampah," tegasnya.

Ayep optimistis, berbagai langkah strategis yang dilakukan sejauh ini akan berdampak terhadap penanganan persoalan sampah. Namun, penanganan tentu membutuhkan waktu dan anggaran.

"Kami optimistis persoalan sampah yang mencapai sekitar 180 ton per hari dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan," pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner