Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Lewat Buku, Mantan Wakil Jaksa Agung Singgung Peran Keluarga Dalam Membentuk Integritas Jaksa

Depi Gunawan
16/3/2026 16:13
Lewat Buku, Mantan Wakil Jaksa Agung Singgung Peran Keluarga Dalam Membentuk Integritas Jaksa
Setia Untung Arimuladi bersama buku tulisannya Dari Rumah ke Penegakan Hukum.(MI/DEPI GUNAWAN)

FONDASI awal pembentukan karakter atau integritas seorang aparat penegak hukum, khususnya jaksa dimulai dari peran keluarga.

Pendapat itu dikemukakan Mantan Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi dalam tulisan bukunya yang berjudul 'Dari Rumah ke Penegakan Hukum'.

Menurut dia, integritas tidak muncul secara instan ketika seseorang memasuki lembaga penegak hukum. Nilai tersebut terbentuk melalui proses panjang sejak seseorang berada di lingkungan keluarga.

Melalui buku ini, Setia Untung menawarkan perspektif berbeda dalam diskursus integritas aparat hukum. Selama ini, pembahasan integritas sering berfokus pada regulasi, sistem pengawasan, atau penegakan disiplin dalam institusi.

Buku setebal 156 halaman yang diterbitkan Intelegensia Media tersebut pertama kali terbit pada Desember 2025 dan ditulis oleh mantan Wakil Jaksa Agung RI, Setia Untung Arimuladi.

Dalam buku tersebut, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat itu  menguraikan bahwa integritas aparat penegak hukum, khususnya jaksa, tidak hanya dibentuk melalui sistem kelembagaan, tetapi juga berawal dari lingkungan keluarga.

"Integritas adalah nilai yang tumbuh sejak dini dan dibentuk melalui proses panjang dalam keluarga," tulisnya.

Untung menjelaskan, selama ini diskursus mengenai integritas aparat hukum di Indonesia lebih banyak berfokus pada mekanisme struktural, seperti pengawasan internal, sanksi disiplin, maupun regulasi kelembagaan.

Pendekatan tersebut dinilai penting, namun belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan yang berkaitan dengan pembentukan karakter individu aparat penegak hukum.


Dari keluarga


Wakil Ketua Umum Keluarga Besar Purna Adhyaksa ini menilai bahwa keluarga merupakan ruang sosial pertama bagi seseorang dalam mempelajari nilai-nilai dasar kehidupan.

Di lingkungan keluarga, seseorang mulai belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, disiplin, hingga keteladanan yang kemudian memengaruhi cara berpikir dan bersikap ketika menjalankan profesinya.

Dalam buku tersebut, dia memperkenalkan konsep Preventive Cognitive Family Mode, yakni pendekatan yang memadukan teori kognitif sosial, behaviorisme, serta sistem keluarga dalam membentuk karakter integritas seseorang.

Konsep ini menjelaskan bahwa pola asuh, interaksi keluarga, hingga proses pembelajaran nilai moral di rumah memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter individu.

Dengan pendekatan tersebut, keluarga tidak lagi dipandang sebagai wilayah privat yang terpisah dari dunia profesional aparat penegak hukum.

Sebaliknya, keluarga dinilai memiliki peran penting dalam sistem pencegahan terhadap potensi pelanggaran integritas aparat hukum.

"Pengawasan terhadap integritas jaksa tidak hanya bergantung pada lembaga seperti Kejaksaan Agung Republik Indonesia, tetapi juga dimulai dari proses pembentukan karakter di rumah," papar mantan Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung itu.


Referensi bagi jaksa


Pemikiran tersebut, lanjutnya, tidak hanya berangkat dari kajian teoritis, tetapi juga pengalaman panjang dirinya yang telah berkarier selama 38 tahun sebagai jaksa di Indonesia.

Pengalaman tersebut menjadi landasan empiris dalam melihat hubungan erat antara nilai keluarga dan budaya integritas dalam korps Adhyaksa, yang selama ini menjunjung nilai dasar seperti Tri Krama Adhyaksa serta prinsip Satya Adhi Wicaksana yang menekankan kejujuran, kebijaksanaan, dan tanggung jawab dalam penegakan hukum.

Setia Untung yang merupakan alumnus doktoral Universitas Diponegoro ini mengharapkan buku ini dapat menjadi referensi bagi kalangan jaksa, akademisi, mahasiswa hukum, peneliti, serta pembuat kebijakan.

Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi dan profesionalisme lembaga penegak hukum, tulisan dalam buku ini mengingatkan bahwa integritas sejati juga dibangun dari nilai yang ditanamkan sejak awal kehidupan, yaitu dari rumah.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner