Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Kasus Campak di Garut Meningkat, 56 Anak Positif dan 15 Dirawat

Adi Krtistiadi
03/4/2026 15:36
Kasus Campak di Garut Meningkat, 56 Anak Positif dan 15 Dirawat
Ilustrasi penyakit campak.(Dok. Freepik)

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut melaporkan temuan 56 kasus positif penyakit campak pada anak-anak sepanjang periode Januari hingga Maret 2026. Data tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dari Labkesda Provinsi Jawa Barat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surahman, mengungkapkan bahwa dari total 100 kasus suspek yang ditemukan, 56 di antaranya telah terkonfirmasi positif. Akibat lonjakan ini, sebanyak 15 pasien harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan Puskesmas.

"Di Kabupaten Garut, kasus penyakit campak memang mengalami peningkatan signifikan. Saat ini, 15 orang masih dalam perawatan, sementara pasien lainnya berangsur sembuh. Hingga saat ini, tidak ada laporan angka kematian akibat kasus tersebut," ujar Asep Surahman, Jumat (3/4/2026).

Langkah Mitigasi dan Gejala yang Diwaspadai

Asep mengimbau tenaga kesehatan untuk memperketat pengawasan terhadap gejala infeksi yang muncul pada anak. Beberapa gejala klinis yang perlu diwaspadai antara lain batuk dan demam tinggi, flu dan mata merah, serta munculnya bintik merah (ruam) di seluruh tubuh.

Ia juga menekankan pentingnya isolasi mandiri bagi pasien yang bergejala agar tidak menularkan virus kepada anak yang sehat. "Penting untuk menjaga jarak, mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker, dan meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan keluarga," tambahnya.

Target Imunisasi 165 Ribu Balita

Sebagai langkah respons cepat pengendalian campak Garut, Pemerintah Kabupaten Garut melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI). Program ini menargetkan 165 ribu balita di seluruh wilayah Garut. Pada hari pertama pelaksanaan, cakupan imunisasi telah mencapai 3,38 persen, yang difokuskan di wilayah Puskesmas Cimaragas, Bagendit, dan Cibiuk.

Imunisasi campak ini akan diberikan sebanyak tiga kali, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak duduk di bangku kelas 1 SD atau sederajat. Asep menegaskan bahwa pemberian imunisasi ini dilakukan tanpa melihat status imunisasi sebelumnya sebagai upaya preventif yang menyeluruh.

Dinas Kesehatan berharap melalui percepatan cakupan imunisasi dan kesadaran masyarakat terhadap PHBS, tren peningkatan kasus campak di Kabupaten Garut dapat segera ditekan. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner