Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

DPRD Kota Bandung Desak Evaluasi Total Pengelolaan Bandung Zoo

Bayu Anggoro
02/4/2026 12:46
DPRD Kota Bandung Desak Evaluasi Total Pengelolaan Bandung Zoo
Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya(MI/BAYU ANGGORO)

DPRD Kota Bandung mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). Hal ini menyusul kematian dua anak harimau benggala yang terpapar virus panleukopenia.

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut.

Menurutnya, kematian satwa langka tidak boleh dipandang sebelah mata atau dianggap sebagai kejadian biasa meski disebabkan oleh faktor medis (virus).

"Ini sangat memprihatinkan dan harus menjadi pelajaran penting. Kematian satwa langka seperti harimau tidak bisa dianggap sepele. Meski disebut akibat virus, tetap harus ada evaluasi menyeluruh," ungkapnya, Kamis (26/3).

Politikus Partai Golkar ini menilai, peristiwa tersebut menjadi sinyal kuat perlunya pembenahan serius dalam manajemen perawatan satwa. Terlebih, Bandung Zoo sebelumnya sempat dirundung persoalan internal yang berkepanjangan terkait sengketa pengelolaan lahan.

Dia juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung lebih aktif dalam pengawasan. Pengawasan terhadap standard kesejahteraan hewan di objek wisata edukasi tersebut belum berjalan optimal.

"Pemkot Bandung harus memastikan seluruh hewan dirawat dengan baik. Namun faktanya, hal itu belum sepenuhnya terwujud," katanya.

Lebih lanjut, DPRD mendorong adanya koordinasi lintas sektoral yang lebih intensif antara Pemkot Bandung, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan standar operasional prosedur mulai dari asupan nutrisi, kebersihan kandang, hingga mitigasi penyakit menular dilakukan secara ketat.

"Jangan sampai kejadian ini terulang. Semua pihak harus memastikan satwa di Kebun Binatang Bandung mendapat perawatan yang layak. Ini momentum untuk berbenah," tegas Edwin.

Dua anak harimau benggala dilaporkan mati pada Selasa (24/3) dan Kamis (26/3). Meski tim medis dari Rumah Sakit Hewan Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), serta BBKSDA telah melakukan upaya penanganan kolaboratif, nyawa kedua satwa dilindungi tersebut tidak tertolong.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner