Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Longsor di Maswati-Sasaksaat, Perjalanan KA Ciremai Tertahan

Bayu Anggoro
01/4/2026 19:33
Longsor di Maswati-Sasaksaat, Perjalanan KA Ciremai Tertahan
KA Ciremai tidak dapat melanjutkan perjalanan karena terhalang longsor di Kabupaten Bandung Barat(MI/BAYU ANGGORO)

CUACA ekstrem yang mengguyur wilayah Jawa Barat memicu gangguan pada jalur transportasi massal. Salah satunya perjalanan KA Ciremai relasi Semarang Tawang–Bandung terpaksa tertahan akibat material longsor yang menutupi jalur rel di petak jalan Maswati–Sasaksaat, Rabu (1/4).

Hal ini dibenarkan Manajer Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, saat dikonfirmasi. Dia menjelaskan, longsoran tanah yang terjadi sekitar pukul 14.53 WIB menutup perlintasan pada KM 142+8/9 di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Akibatnya, rangkaian kereta tidak dapat melanjutkan perjalanan demi keamanan dan keselamatan penumpang.

Dia menyebut kondisi alam yang tak menentu di lokasi menjadi pemicu utama ambrolnya tanah ke badan rel.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan KA Ciremai. Saat ini rangkaian terpaksa berhenti sementara karena jalur di petak Maswati-Sasaksaat belum dapat dilalui," katanya.

Daop 2 Bandung langsung menerjunkan tim tanggap darurat ke lokasi kejadian. Petugas prasarana dikerahkan untuk melakukan pembersihan material longsoran agar jalur baja tersebut bisa kembali dilalui.

Kuswardojo menegaskan, evakuasi dan penanganan jalur menjadi prioritas utama saat ini. Pihaknya terus berupaya mempercepat normalisasi jalur dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan operasional.

"Seluruh personel di lapangan sedang bekerja keras melakukan penanganan di titik longsor. Kami akan terus memberikan informasi terbaru kepada para penumpang terkait perkembangan di lokasi," katanya.

PT KAI meminta penumpang untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari petugas yang berada di dalam rangkaian maupun di stasiun.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner