Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Bisnis Sewa Properti Pos Properti Indonesia Tumbuh Baik di Awal 2026

Sugeng Sumariyadi
31/3/2026 15:08
Bisnis Sewa Properti Pos Properti Indonesia Tumbuh Baik di Awal 2026
PT Pos Properti Indonesia berhasil membalikkan tantangan menjadi peluang dengan strategi tepat sasaran dan eksekusi yang konsisten.(ISTIMEWA)

DALAM setahun terakhir, sektor properti menghadapi tantangan besar. Di antaranya karena terjadi pelemahan daya beli masyarakat dan tingginya biaya pendanaan.

Namun, di tengah tantangan besar itu, PT Pos Properti Indonesia masih mampu membukukan kinerja positif pada awal 2026 ini. Anak usaha PT Pos Indonesia (Persero) itu mencatatkan capaian yang maksimal di aktivitas property leasing sepanjang dua bulan pertama tahun ini.

Hal itu mencerminkan tingginya permintaan ruang komersial di tengah tekanan ekonomi nasional. Capaian ini menjadi sinyal positif di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi yang melanda berbagai sektor.

PT Pos Properti berhasil membalikkan tantangan menjadi peluang dengan
strategi tepat sasaran dan eksekusi yang konsisten.

Aldhita Prayudhiputra, Chief Commercial Officer PT Pos Properti Indonesia, mengungkapkan pihaknya menargetkan pertumbuhan 18% sepanjang 2026. Angka ini jauh melampaui proyeksi pertumbuhan industri properti yang hanya berkisar 5,2% hingga 5,9% dalam lima tahun ke depan berdasarkan proyeksi berbagai lembaga riset properti.

"Kami masih optimistis mengejar pertumbuhan di 2026. Dari pergerakan suku bunga dan daya beli masyarakat saat ini, kami melihat masih ada peluang besar. Justru di tengah dinamika ekonomi, kebutuhan akan ruang komersial yang strategis semakin meningkat. Kami tidak melihat krisis, tetapi peluang," ujarnya.

Menurut data internal, tren menunjukkan peningkatan permintaan sejak akhir 2025. Berbagai sektor usaha mulai menunjukkan geliat ekspansi setelah periode konsolidasi panjang pasca pandemi.

PT Pos Properti mencatatkan peningkatan jumlah inquiry hingga signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Strategi diversifikasi bisnis menjadi kunci utama perusahaan dalam mempertahankan kinerja positif di tengah tekanan sektor properti nasional.


Co-living


PT Pos Properti tidak bergantung pada satu sumber pendapatan, tapi  membangun portofolio bisnis yang saling melengkapi.

Saat ini, bisnis property leasing masih mendominasi dengan kontribusi 50-60% terhadap pendapatan perusahaan. Portofolio ini mencakup penyewaan ruang ritel, perkantoran, dan berbagai fasilitas komersial lainnya yang tersebar di lokasi-lokasi strategis di seluruh
Indonesia.

Segmen ini menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan dengan tingkat
okupansi yang konsisten tinggi. Beberapa sektor usaha yang menjadi penyewa utama antara lain ritel modern, F&B, jasa keuangan, dan berbagai layanan publik.

Keberadaan kantor pos yang sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat memberikan keuntungan berupa traffic alami yang siap
dimanfaatkan para tenant.

PT Pos Properti tidak berhenti pada bisnis konvensional. Perusahaan mulai menggencarkan inovasi di segmen co-living dengan memanfaatkan aset-aset strategis milik Pos Indonesia yang selama ini belum teroptimalkan secara maksimal.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menciptakan sumber pendapatan baru yang lebih stabil terhadap fluktuasi
ekonomi dan perubahan perilaku konsumen.

Dua titik co-living telah dibuka di lokasi strategis, yakni di Jalan Fatmawati dan Gandaria, Jakarta, dengan total 50 kamar.

Kedua lokasi ini dipilih berdasarkan pertimbangan aksesibilitas
tinggi dan kedekatan dengan pusat-pusat aktivitas perkotaan yang menjadi target pasar utama anak muda profesional.

"Kami melihat respons pasar sangat antusias. Co-living ini bisnis yang agile dan bisa langsung menyasar segmen B2C. Dalam waktu singkat setelah soft launching, tingkat okupansi sudah menunjukkan tren positif yang melampaui ekspektasi awal kami. Bahkan sebelum pemasaran
gencar dilakukan, sudah banyak calon penyewa yang melakukan booking," jelas Aldhita.


Ekspansi terukur


Konsep co-living yang diusung PT Pos Properti mengombinasikan kenyamanan hunian dengan fleksibilitas sewa jangka pendek maupun panjang. Fasilitas yang disediakan dirancang untuk memenuhi kebutuhan generasi muda urban, termasuk akses internet cepat, ruang komunal, area
kerja bersama, serta kemudahan akses transportasi publik.

Ke depan, perusahaan akan memperluas optimalisasi aset secara bertahap dan selektif ke sejumlah kota besar yang dinilai memiliki potensi komersial yang memadai. Langkah ini dilakukan melalui pendekatan berbasis data, dengan mempertimbangkan berbagai indikator seperti profil permintaan, daya beli masyarakat, tren okupansi, serta potensi imbal hasil (yield).

Meski demikian, perusahaan tetap mencermati dinamika ekonomi yang berkembang, termasuk perubahan perilaku pasar dan tekanan pada daya beli, sehingga ekspansi dilakukan secara terukur dan disesuaikan dengan prioritas bisnis.

Ekspansi tersebut difokuskan pada pemanfaatan portofolio aset Pos Indonesia yang berada di lokasi strategis, khususnya di kawasan dengan tingkat aktivitas ekonomi yang relatif tinggi.

Pos Properti Indonesia membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra untuk mendorong produktivitas aset.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner