Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Dua Kandidat Bersaing untuk Kursi Ketua DPD Golkar Jawa Barat

Sugeng Sumariyadi
30/3/2026 18:47
Dua Kandidat Bersaing untuk Kursi Ketua DPD Golkar Jawa Barat
Daniel Mutaqien Syafiuddin dan Ahmad Hidayat akan bersaing memperebutkan kursi Ketua DPD Golkar Jawa Barat,(ISTIMEWA)

PARTAI Golkar Jawa Barat menggelar pesta demokrasi, awal April 2026. Dua nama kuat akan berebut kursi Ketua DPD Golkar Jawa Barat dalam musyawarah daerah.

Kedua kandidat itu ialah anggota DPR RI Daniel Mutaqien Syafiuddin dan anggota DPRD Jawa Barat Ahmad Hidayat, yang jug Ketua AMPI Jawa Barat.

Sejumlah sumber yang dihubungi, Senin (30/3) menyatakn perebutan dukungan akan terjadi sengit. Pertarungan diprediksi berlangsung ketat.

Ahmad Hidayat mengaku telah mengamankan dukungan mayoritas dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat kabupaten dan kota.

Informasi yang berhasil dihimpun sebanyak 19 dari 27 DPD sudah menyatakan dukungan terhadap Ahmad Hidayat. Hanya tersisa delapan DPD yang belum menentukan sikap.

Celah ini dinilai menjadi ruang strategis bagi Daniel Mutaqien Syafiuddin untuk menggalang kekuatan. Namun demikian, dinamika politik internal partai masih sangat cair.

Sejumlah pengamat menilai peta dukungan bisa berubah drastis hingga hari pelaksanaan Musda.


Dua gaya kepemimpinan, dua basis kekuatan


Kedua kandidat memiliki latar belakang dan basis kekuatan yang berbeda. Hal inipun menambah daya tarik siapakah sosok yang akan meneruskan estafet kepemimpinan Golkar di Jawa Barat.

Ahmad Hidayat merupakan kader internal dengan basis strukturalnya yang dikenal sebagai kader yang tumbuh dari struktur partai di daerah. Selain aktif di DPRD Jawa Barat, ia juga memegang peran penting dalam organisasi sayap partai.

Ahmad Hidayat memiliki rekam jejak cukup panjang, Dia anggota DPRD Jawa Barat (2019–2024, 2024–2029), Anggota Komisi IV dan Badan Anggaran, Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Jabar, Ketua DPD AMPI Jawa Barat dan Ketua Pemenangan Pemilu Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung)

Kekuatan Ahmad terletak pada jaringan struktural dan kedekatannya dengan DPD tingkat kabupaten/kota.

Sedangkan Daniel Mutaqien Syafiuddin merupakan politisi nasional dengan jejaring luas. Dia membawa pengalaman panjang di level nasional.

Daniel dikenal memiliki jejaring luas, baik di dunia politik maupun organisasi kepemudaan dan bisnis.

Saat ini, dia merupakan anggota DPR RI (2014–2019, 2019–2020, 2024–sekarang), mantan Anggota DPRD Jawa Barat (2009–2014), Ketua DPD II Golkar Indramayu (2010–2015), Pengurus DPP Golkar (2017–2019), Ketua Depinas SOKSI dan aktif di HIPMI dan berbagai organisasi kepemudaan.

Modal pengalaman nasional dan jaringan organisasi menjadi kekuatan utama Daniel dalam kontestasi ini.


Musda jadi penentu arah Golkar Jawa Barat

 

Musda Golkar Jawa Barat kali ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menentukan arah politik partai menjelang kontestasi politik mendatang. Pertarungan antara kekuatan struktural daerah dan jaringan nasional diperkirakan akan menjadi warna utama dalam dinamika Musda.

Dengan waktu yang semakin dekat, konsolidasi dan manuver politik dipastikan akan semakin intens. Siapa yang akhirnya keluar sebagai pemenang, masih sangat bergantung pada soliditas dukungan di tingkat DPD.

Musda Golkar Jawa Barat 2026 diprediksi menjadi salah satu ajang paling krusial dalam menentukan masa depan partai di tingkat provinsi. Pertarungan dua tokoh dengan kekuatan berbeda ini membuka peluang munculnya dinamika baru dalam tubuh Golkar.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner