Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Isu Plt di Musda Golkar Jawa Barat 2025, Asep Suparman Tegaskan tak Ada Aturan Mainnya

Sugeng Sumariyadi
09/11/2025 10:08
Isu Plt di Musda Golkar Jawa Barat 2025, Asep Suparman Tegaskan tak Ada Aturan Mainnya
Partai Golkar Jawa Barat bersiap menggelar Musyawarah Daerah 2025 untuk memilih ketua dan pengurus baru(MI/SUMARIYADI)

MUSYAWARAH Daerah (Musda) Partai Golkar Jawa Barat seharusnya digelar pada November 2025 ini. Namun, jadwal itu ternyata tidak bisa dipastikan.

Kondisi itu memunculkan kabar bahwa jabatan Ketua DPD Golkar Jabar bakal diisi oleh Tubagus Ace Hasan Syadzily sebagai pelaksana tugas. Tubagus Ace sendiri merupakan Ketua DPD Golkar Jawa Barat periode 2020-2025.

Kabar itu dibantah Wakil Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) DPD Golkar Jabar, Asep Suparman. Dia menegaskan bahwa tidak ada satu pasal pun dalam aturan dasar dan aturan rumah tangga (AD/ART) Golkar yang mengatur jabatan DPD diisi oleh plt.

"Tidak ada aturan mainnya. Tidak ada satu pasal pun di AD/ART dan PO yang bunyi seperti itu. Jadi, sangat tidak mungkin," ungkapnya, Minggu (9/11).

Dia menjelaskan, jabatan Ketua DPD Golkar tingkat provinsi, kabupaten dan kota hanya dapat diisi dengan alasan ketuanya meninggal, berhalangan tetap atau sakit keras dan tidak mungkin beraktivitas sebagai ketua, tersandung pidana umum/khusus, mundur sebagai Ketua, dan diberhentikan secara tidak hormat atau melanggar aturan partai.

"Itu pun, jabatan plt-nya hanya tiga bulan, tidak lima tahun," tegas Asep.

Adapun kepengurusan saat ini, kata dia, sudah habis tapi diperpanjang melalui surat instruksi DPP Golkar hingga Musda terlaksana.

“Secara periodisasi, kepengurusan DPD Jabar sebenarnya sudah selesai sejak Maret tahun ini. Tapi karena ada surat instruksi perpanjangan SK sampai terlaksananya Musda, maka masih berjalan,” katanya.


Belum terbentuk


Dikatakan Asep, saat ini struktur kepanitiaan Musda juga belum dibentuk. Berdasarkan hasil rapat pleno, baru Yod Mintaraga yang ditunjuk sebagai penyelenggara, Yomanius Untung sebagai Ketua Steering Committee (SC), dan Deden Nasihin sebagai Ketua Organizing Committee (OC).

“Belum ada struktur kepengurusan kepanitiaan Musda. Kemarin di pleno itu baru menunjuk, Pak Yod sebagai penyelenggara, kemudian SC nya Pak Yomanius Untung dan Ketua OC nya Pak Deden Nasihin. Nah, pengurus lain masih menunggu siapa saja yang akan membantu SC dan OC, belum diterbitkan juga,” papar dia.

Terkait jadwal Musda, Asep menyebut seharusnya sudah dilaksanakan sejak Maret 2025, sesuai kalender partai. Namun, pelaksanaannya kemungkinan akan diundur karena ingin dihadiri langsung Ketua Umum Bahlil Lahadalia.

“Kemungkinan Jawa Barat akan diakhir karena ingin dihadiri langsung oleh Ketua Umum. Pasalnya, ini momen untuk konsolidasi,” ucapnya.

Menurut Asep, keterlambatan pelaksanaan Musda di tingkat DPD Provinsi, dikhawatirkan berdampak pada proses regenerasi dan penyegaran struktur partai dari tingkat kabupaten dan kota hingga desa.

“Tapi sebenarnya, harusnya segera dilakukan Musda. Banyak orang yang memiliki kapasitas ingin mencalonkan, akhirnya jadi kelamaan menunggu,” katanya.


Tiga kandidat

 

Mengenai dinamika internal partai menjelang Musda, Asep menilai sebagai hal wajar dalam tubuh Partai Golkar.

“Kendala hanya dinamika internal saja. Golkar itu DNA-nya tarung, adu gagasan, adu ide. Ini menjadi bagian dari proses dewasa dalam regenerasi,” ucapnya.

Adapun nama-nama yang santer disebut akan  bertarung di Musda nanti, di antaranya Ahmad Hidayat (anggota DPRD Jabar), Danil Mutakin (Ketua Harian Golkar Jabar sekaligus anggota DPR RI), dan Ilham Permana (anggota DPR RI).

Sementara Ketua DPD Golkar Jabar saat ini, kata dia, dikabarkan telah menyatakan undur diri karena kesibukannya sebagai Gubernur Lemhannas sekaligus Direktur Golkar Institute.

Asep menegaskan, siapa pun yang terpilih nanti diharapkan mampu menjaga soliditas partai dan memperkuat posisi Golkar di Jawa Barat, termasuk dalam menjaga koalisi dengan partai pendukung pemerintah pusat.

“Intinya, Ketua DPD Golkar Jabar nanti harus mampu menjaga keberlangsungan pemerintahan pusat sampai ke daerah, termasuk memperkuat koalisi dengan Gerindra,” katanya.

Meski diwarnai berbagai manuver politik menjelang Musda, Asep optimistis semua pihak akan kembali bersatu setelah proses pemilihan usai.

“Kalau sudah terpilih nanti, semuanya akan merapat. Tidak ada lagi pertarungan, semua bahu-membahu untuk mencapai target, minimal menyamai perolehan suara Gerindra,” katanya.

Dia berharap Ketua DPD Golkar Jabar yang baru memiliki waktu dan komitmen penuh untuk membangun konsolidasi partai di semua tingkatan.

“Saya berharap ketua nanti punya waktu luang yang cukup untuk menjaga konsolidasi internal, karena kalau hanya sepintas-pintas, partai sulit berkembang,” tandasnya.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner