Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Menteri Koperasi Pastikan KDMP Hadir untuk Redistribusi Kekayaan ke Lapisan Terbawah

Bayu Anggoro
29/3/2026 20:28
Menteri Koperasi Pastikan KDMP Hadir untuk Redistribusi Kekayaan ke Lapisan Terbawah
Menteri Koperasi Ferry Juliantono berbicara pada silaturahmi dengan jamaah Syarikat Islam, di Bandung, Minggu (29/3).(MI/BAYU ANGGORO)

PEMERINTAH memastikan kehadiran koperasi desa merah putih (KDMP) untuk meratakan perekonomian agar dapat dirasakan hingga masyarakat paling bawah seperti di pedesaan. Hal ini dirasa penting mengingat saat ini pertumbuhan ekonomi hanya dirasakan segelintir orang terutama di perkotaan.

Hal ini disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menghadiri silaturahmi dengan jamaah Syarikat Islam, di Bandung, Minggu (29/3). 

Dia menegaskan bahwa KDMP bukan sekadar unit usaha, melainkan instrumen negara untuk memastikan redistribusi kekayaan. Setiap unit koperasi nantinya akan dilengkapi dengan armada pendukung berupa truk, pikap, dan motor untuk memperlancar distribusi logistik. 

"Semangatnya adalah memastikan harta tidak hanya berputar di kalangan orang kaya saja. Negara hadir untuk memastikan masyarakat di lapisan bawah menjadi pelaku utama ekonomi, bukan sekadar penonton," katanya.

Terlebih, Ferry menegaskan bahwa KDMP merupakan instrumen negara untuk memastikan harta dan kekayaan tidak hanya berputar di segelintir konglomerasi. Dalam 30 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi dinilai belum dirasakan secara merata oleh masyarakat bawah dan kelas menengah yang justru mengalami penurunan pendapatan.

"KDMP ini instrumen yang akan memastikan kekayaan didistribusikan ke desa-desa. Masyarakat desa tidak boleh lagi hanya sekadar objek atau penerima manfaat bansos, BLT, dan PKH. Kita ubah mereka menjadi subjek dan pelaku utama ekonomi," tegasnya.


Ritel modern

 

Nantinya, KDMP akan dikelola secara modern layaknya ritel masa kini. Fungsi utamanya mencakup penyaluran sembako murah dan LPG dengan harga terjangkau.

Tak hanya itu, menurut dia, KDMP juga akan menjadi penampung (offtaker) hasil pertanian, peternakan, perkebunan, hingga kerajinan warga desa. 

"KDMP juga akan menjadi gerai obat, klinik desa, serta akses keuangan mikro untuk memberantas praktik rentenir," katanya seraya menyebut KDMP juga akan dilengkapi gudang dengan alat pengering gabah dan pengatur suhu untuk sayuran.

Meski begitu, Ferry mengakui pemerintah menghadapi tantangan krusial dalam upaya pemerataan ekonomi melalui pendirian KDMP. Salah satunya masih banyaknya desa di Indonesia yang belum teraliri listrik dan tidak memiliki akses internet sehingga menghambat operasionalisasi gerai ekonomi rakyat tersebut.

"Yang pasti masih banyak desa-desa yang belum ada listriknya dan belum terjangkau internet. Padahal untuk operasionalisasi KDMP tentunya sangat membutuhkan itu," tandasnya.

Dia menjelaskan, banyak desa yang saat ini hanya mengandalkan genset solar dengan durasi terbatas yang dirasa tidak efisien bagi operasional modern KDMP. Selain itu, desa-desa tertinggal inipun banyak yang belum terlayani akses internet.

Pihaknya turut berpartisipasi dalam mengatasi persoalan tersebut meski penyediaan infrastruktur energi dan digital bukan tugas pokok Kementerian Koperasi. Langkah strategis yang diambil antara lain menjajaki pembangunan pembangkit listrik alternatif di desa-desa terisolasi serta berkoordinasi intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta Telkom.

"Paralel dengan pembangunan fisik, kita carikan solusi pembangunan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) mini setengah mega yang nanti dikelola koperasi. Kami sudah bicara dengan PLN dan Pertamina NRE untuk membuat terobosan ini, terutama di desa-desa kepulauan," lanjut Ferry.


Pinjaman online


Sementara untuk akses digital, Kementerian Koperasi telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Telkom Group. Langkah ini krusial mengingat KDMP akan dioperasikan secara digital untuk memutus rantai rentenir dan praktik pinjaman online yang marak di masyarakat bawah.

Selain masalah listrik dan internet, Ferry juga menyoroti kendala yang dihadapi nelayan di desa-desa pesisir. Menurutnya banyak wilayah yang belum memiliki SPBU untuk pengisian solar serta pabrik es batu sebagai sarana penyimpanan hasil laut.

"Bagaimana nelayan mau menangkap ikan kalau tidak ada solar? Lalu penyimpanannya bagaimana? Ini tugas yang tidak ringan, tapi harus dilakukan untuk membantu masyarakat di lapisan paling bawah," katanya.

Selain di daerah pedesaan, pemerintah pun menghadapi kendala lahan terkait pembangunan KDMP di perkotaan. Sebagai contoh, Ferry mengakui ketersediaan tanah di perkotaan seperti Bandung menjadi hambatan dalam membangun infrastruktur pendukung koperasi.

Maka dari itu, kata dia, Kementerian Koperasi tengah menyiapkan regulasi baru guna menyiasati kondisi tersebut. "Di kota-kota, keberadaan tanah relatif lebih sulit dan luasnya kecil. Kami dalam waktu dekat akan mengeluarkan surat perintah kerja bagi kondisi tanah yang kurang dari 1.000 meter persegi. Nanti dimungkinkan pembangunan gudang dan gerai secara vertikal," kata dia.

Menurutnya, langkah ini diambil agar masyarakat di tingkat kelurahan tetap bisa memiliki fasilitas unit usaha yang lengkap meskipun berada di kawasan padat penduduk. Pemerintah mencatat sebanyak 2.400 bangunan fisik KDMP telah selesai 100% dan siap memasuki tahap operasionalisasi.

Targetnya, dalam 1-2 bulan ke depan terbangun 34.000 KDMP yang gedung dan fasilitas fisik lainnya sudah rampung. Secara total, pemerintah menargetkan berdiri 80 ribu unit KDMP di seluruh pelosok Tanah Air.

Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal Syarikat Islam itu menegaskan bahwa upaya mewujudkan keadilan ekonomi ini bukan sekadar menjalankan teori akademik atau teks semata, melainkan sebuah perintah keimanan yang bersifat wajib. Dalam pandangan Islam, kekayaan bukanlah tujuan akhir.

Dia menjelaskan bahwa landasan utama dari kebijakan ekonomi yang sedang ditempuh pemerintah saat ini adalah pesan universal dalam Al-Quran. Surah Al-Hashr ayat 7 yang secara tegas melarang harta dan kekayaan hanya beredar di kalangan orang-orang kaya saja.

"Islam tidak melarang umatnya menjadi kaya, tetapi yang luar biasa adalah Islam mengajarkan kita untuk mengharamkan kekayaan itu hanya bergulir di antara golongan kaya. Ini adalah fondasi terpenting yang diajarkan agama kita," katanya.

Ferry pun mengajak warga Syarikat Islam untuk berbangga dan meneladani para tokoh pendiri organisasi, seperti Haji Samanhudi dan H.O.S. Tjokroaminoto. Pada 120 tahun lalu, Syarikat Dagang Islam (SDI) telah menjadi kekuatan ekonomi yang sangat ditakuti oleh kaum penjajah.

"Tokoh-tokoh kita sudah memberikan teladan dalam membangun kekuatan ekonomi dan politik secara bersamaan. Tugas kita sekarang, setelah 80 tahun merdeka, adalah menuntaskan cita-cita para perintis tersebut," katanya. 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner