Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Menteri Koperasi Tantang Organisasi Islam Mengisi Kebutuhan Pokok di Gerai KDMP

Sugeng Sumariyadi
06/3/2026 20:09
Menteri Koperasi Tantang Organisasi Islam Mengisi Kebutuhan Pokok di Gerai KDMP
Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Ketua Umum Persis KH Jeje Zaenudin berdialog dengan pelaku usaha yang membuka gerai dalam Persis Ramadan Expo 2026 di Kota Bandung.(MI/SUMARIYADI)

MENTERI Koperasi Ferry Juliantono mengajak umat Islam dan organisasi Islam memproduksi lebih banyak barang-barang kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari.

"Jangan berpikir soal pemasaran. Pemerintah telah mendirikan banyak Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang bisa memasarkan produk yang dibuat masyarakat," ungkapnya, saat membuka Persis Ramadan Expo 2026 di Kawasan Trans Studio Mall, Kota Bandung, Jumat (6/3).

Dia mengungkapkan, saat ini, pemerintah telah membangun 1.100 KDMP di seluruh Indonesia. Seluruh KDMP itu telah memiliki gudang, gerai toko ritel, alat kelengkapan barang lainnya dan kendaraan roda empat.

Dalam gerai yang akan dikelola layaknya ritel modern, lanjutnya, direncanakan akan dijual 4.000 item kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari. Di antara barang-barang yang dijual merupakan produk buatan masyarakat, khususnya UMKM.

"Saya berharap, sekitar 2.000 item produk yang dijual di gerai KDMP berasal dari umat dan organisasi Islam. Pasalnya, keuntungan dari KDMP ini akan kembali ke masyarakat," jelasnya.

Ferry menambahkan pembentukan KDMP terus dilakukan pemerintah. Ditargetkan dalam 2 bulan ke depan akan terbangun kembali 30 ribu KDMP.

"Sampai akhir tahun, ditargetkan sudah terbentuk dan terbangun 100% sebanyak 80 ribu KDMP," tandasnya.


Tolak ritel modern ke desa

 

Demi pemberdayaan ekonomi masyarakat, dia mengaku akan terus memperjuangkan pembatasan ruang gerak ritel modern. Keberadaan mereka harus dibatasi dan tidak masuk ke lingkungan desa.

"Ada aturan yang melarang mereka dibuka dalam radius 500 meter dari pasar tradisional. Nyatanya, aturan itu terus dilanggar dan mereka membuka toko di lingkungan pasar," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ferry menyambut kegiatan Persis Ramadan Expo 2026 yang digelar Pengurus Pusat Persatuan Islam. Diharapkan, kegiatan pertama itu akan terus berlangsung pada tahun-tahun selanjutnya.

Ferry mengaku setelah mengunjungi beberapa gerai dalam expo ditemukan beberapa produk yang memiliki prospek untuk dipasarkan secara luas. Di antaranya berupa air mineral, produk sabun dan sampo.

"Kementerian Koperasi sangat mendukung upaya Persis untuk mendorong tumbuhnya pengusaha dan pemberdayaan UMKM. Karena itu, hari ini, kami bersama Persis juga menandatangani nota kerja sama," lanjutnya.


Himpun pelaku bisnis


Sementara itu, Ketua Umum PP Persis, KH Jeje Zaenudin, menjelaskan bahwa Persis Ramadan Expo merupakan upaya organisasi menghimpun para pelaku bisnis, terutama generasi muda Islam.

"Ternyata, jumlah pelaku bisnis di kalangan Persis banyak sekali. Karena itu, kami membuat expo ini, agar para pelaku bisnis itu bisa diketahui orang banyak dan disosialisasikan," jelasnya.

Saat ini ada lebih dari 50 produk yang ikut dipamerkan. Produknya mulai dari kebutuhan pertanian, perkebunan, kuliner, home care, hingga produk skincare.

Soal tantangan dari Menteri Koperasi, Jeje menyatakan optimistis Persis bisa memberikan kontribusi. "Dari 2.000 produk yang ditawarkan Menteri Koperasi, kita berharap bisa mencapai 1.000 item dulu."

Pada kesempatan yang sama Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan Persis memiliki akar sejarah yang kuat dengan dunia wirausaha. Dari dulu, tokoh-tokoh Persis datang dari kalangan pedagang.

"Sudah sewajarnya Persis sekarang hadir memberikan wajah sebagai komunitas wirausahawan," tambahnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner