Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Pemkab Bandung Tekan Kenaikkan Harga Sembako jelang Lebaran

Bayu Anggoro
05/3/2026 22:06
Pemkab Bandung Tekan Kenaikkan Harga Sembako jelang Lebaran
Pemkab Bandung menggelar operasi pasar murah dan bazar Ramadan untuk menekan inflasi dan membantu warga.(MI/BAYU ANGGORO)

PEMERINTAH Kabupaten Bandung mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok jelang Lebaran 2026. Langkah ini diambil dengan menggelar operasi pasar murah (OPM) bersubsidi dan Bazar Ramadan guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung Soreang ini dibuka langsung Bupati Bandung Dadang Supriatna, Kamis (5/3) di Lapangan Upakarti, Soreang.

Dadang menegaskan intervensi pemerintah sangat diperlukan saat tren harga pangan cenderung naik seperti di tengah bulan suci ini.

"Kegiatan Bazaar Ramadan dan OPM bersubsidi tahun 2026 ini manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini adalah instrumen penting kami dalam mengendalikan inflasi, terutama menjelang Idul Fitri saat permintaan kebutuhan pokok melonjak," tambahnya.

Dalam OPM kali ini, Pemkab Bandung memberikan subsidi yang cukup signifikan untuk meringankan beban warga. Satu paket sembako yang berisi 5 kg beras premium, 2 kg gula pasir, 2 liter minyak goreng, dan 1 kg tepung terigu dipatok dengan harga jauh di bawah pasar.

Jika harga normal paket tersebut mencapai Rp164 ribu, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp81 ribu sehingga masyarakat hanya perlu menebus paket tersebut seharga Rp83 ribu.

"Saya sudah instruksikan Disperdagin dan seluruh kepala OPD agar memperbanyak kegiatan operasi pasar murah. Kita harus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi tetap terkendali," tegasnya.


Inflasi


Hingga saat ini, angka inflasi di Kabupaten Bandung tercatat di level 3,01,%. Angka tersebut diklaim masih berada di bawah rata-rata nasional maupun provinsi sehingga menunjukkan efektivitas koordinasi perangkat daerah dalam menjaga stabilitas harga di pasar.

Tak hanya fokus pada komoditas pangan, OPM yang berlangsung hingga 8 Maret ini juga menjadi panggung bagi 144 pelaku industri kecil menengah (IKM) dan UMKM lokal.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung Dicky Anugerah menyatakan bazar ini bertujuan memutar roda ekonomi kerakyatan.

"Bazar ini merupakan agenda rutin bersama Dekranasda untuk mempromosikan produk lokal sekaligus menjaga ketersediaan barang. Selain belanja murah, kami juga menghadirkan layanan publik mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis hingga pengurusan NIB (Nomor Induk Berusaha)," katanya.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemkab Bandung optimistis visi Kabupaten Bandung yang 'Bedas' (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera) dapat terus dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas.

"Terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi global saat ini," tegas Dicky.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner