Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Antisipasi Kenaikkan Harga, Pemkab Bandung Terus Gelar OPM

Bayu Anggoro
06/3/2026 21:30
Antisipasi Kenaikkan Harga, Pemkab Bandung Terus Gelar OPM
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengunjungi Operasi Pasar Murah di Tegalluar, Bojongsoang.(MI/BAYU ANGGORO)

PEMERINTAH Kabupaten Bandung terus memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah melalui intervensi pasar secara langsung. Salah satunya diwujudkan melalui gerakan pangan murah (GPM) yang kali ini menyasar ribuan warga di kawasan Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Jumat (6/3).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung ini menjadi instrumen kunci pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan keterjangkauan daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga komoditas pokok.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan GPM bukan sekadar seremoni, melainkan upaya sistematis untuk menekan laju inflasi di level akar rumput.

"Gerakan pangan murah ini akan disebar secara merata di seluruh kecamatan se-Kabupaten Bandung. Harapan kami, langkah ini efektif menstabilkan harga sembako dan menjaga angka inflasi tetap terkendali," ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bandung menggandeng berbagai mitra usaha dan produsen pangan untuk memotong rantai distribusi, sehingga harga yang sampai ke tangan masyarakat jauh di bawah harga pasar. Agar semakin meringankan beban warga, pemerintah menyertakan subsidi khusus.

 
Subsidi Rp20 ribu


Sebanyak 2.500 paket sembako disiapkan untuk warga Desa Tegalluar dan sekitarnya. Pemerintah memberikan potongan harga sebesar Rp20 ribu per kupon untuk setiap pembelian bahan pokok.

Kegiatan ini melibatkan warga dari 14 RW di Desa Tegalluar yang antusias mengantre sejak pagi.

Di tempat yang sama, Plt Kepala Disperdagin Kabupaten Bandung Dicky Anugrah menyatakan pihaknya rutin melakukan monitoring harga di pasar-pasar tradisional untuk menentukan titik-titik mana yang memerlukan intervensi GPM secara prioritas.

Selain fokus pada penguatan ekonomi dan ketahanan pangan, Dadang turut menyelipkan agenda kemanusiaan. Momentum ini dimanfaatkan untuk menyalurkan zakat mal kepada kelompok masyarakat rentan.

"Tahun ini, zakat mal kami salurkan kepada 1.063 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim, fakir miskin, dan kaum jompo di 14 RW Desa Tegalluar," katanya.

Angka ini tercatat mengalami perubahan dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.800 orang, mengindikasikan adanya pergerakan data kesejahteraan sosial di wilayah tersebut.

Dadang berharap bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan warga menjelang Idulfitri.

"Semoga ikhtiar kita dalam menjaga stabilitas pangan dan membantu sesama ini selalu mendapatkan keberkahan. Kami memohon doa agar dalam mengemban tugas ini selalu amanah," katanya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner