Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Pos Pengamanan PT Kristal Nabire Diserang, 2 Orang Tewas

Rahmatul Fajri
23/2/2026 10:46
Pos Pengamanan PT Kristal Nabire Diserang, 2 Orang Tewas
ilustrasi(Antara)

Insiden penyerangan terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Sabtu (21/2). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIT ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan di lokasi kejadian.

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 bersama Polres Nabire langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta evakuasi korban. Di lokasi tersebut, petugas menemukan dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar di antara reruntuhan bangunan pos yang juga hangus.

"Kami mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa kedua korban. Saat ini, kedua jenazah telah dievakuasi ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi dan autopsi karena kondisi luka bakar yang cukup berat," ujar Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, melalui keterangan resminya, Senin (23/2).

Selain bangunan yang terbakar, aparat menemukan satu unit kendaraan operasional perusahaan yang dipenuhi bekas tembakan. Berdasarkan pemeriksaan fisik, terdapat empat lubang peluru di bagian depan kendaraan hingga menembus radiator mesin.

Namun, petugas belum menemukan selongsong peluru di sekitar pos pengamanan. Polisi menduga pelaku melakukan penembakan dari jarak jauh, yakni sekitar 50 hingga 100 meter dari sasaran.

"Berdasarkan keterangan saksi, terlihat sekitar tiga orang pelaku di lokasi kejadian saat penyerangan berlangsung. Kami masih mendalami jumlah pasti dan identitas mereka melalui keterangan empat saksi dari pihak perusahaan," tambah Yusuf.

Menanggapi klaim tanggung jawab dari kelompok tertentu yang beredar di media sosial, Yusuf menegaskan bahwa pihaknya bekerja secara profesional berdasarkan bukti lapangan, bukan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia juga memastikan tidak ada senjata milik Polri yang hilang, lantaran saat kejadian tidak ada anggota kepolisian yang bertugas di pos tersebut.

"Kami tidak mendasarkan kesimpulan pada klaim sepihak. Seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan berbasis bukti," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Adarma Sinaga, menyatakan bahwa tim gabungan telah melakukan pemetaan dan profiling terhadap kelompok yang diduga terlibat.

"Upaya pengejaran terus kami lakukan secara terkoordinasi. Tim di lapangan juga sedang mendalami motif serangan serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan kelompok bersenjata di wilayah Nabire," pungkas Adarma.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya