Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

BGN Investigasi Dugaan Keracunan Makan Bergizi Gratis di Nabire

 Gana Buana
14/3/2026 21:45
BGN Investigasi Dugaan Keracunan Makan Bergizi Gratis di Nabire
BGN selidiki dugaan keracunan 7 warga di Nabire usai konsumsi Makan Bergizi Gratis(Antara)

BADAN Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, bergerak cepat menelusuri dugaan keracunan makanan yang menimpa tujuh penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para korban yang terdiri dari tiga guru dan empat siswa tersebut dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan serius.

Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem, mengungkapkan bahwa ketujuh korban berasal dari tiga sekolah berbeda, yakni TK Gracia, SMP Negeri 7, dan SD Inpres Waharia.

Ketiganya merupakan sekolah yang mendapat suplai makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lani.

Gejala Klinis dan Dugaan Bakteri

Para pasien dilaporkan mengalami gejala serupa berupa diare, muntah, dan pusing sejak Rabu (11/3). Namun, laporan resmi baru diterima BGN pada Jumat (13/3).

Berdasarkan pemeriksaan medis awal, tim dokter menemukan indikasi keberadaan bakteri yang menyerang sistem imun pasien.

Meski demikian, penyebab pasti belum bisa disimpulkan. Marsel menegaskan perlunya uji laboratorium terhadap sampel muntahan pasien. Kendalanya, fasilitas laboratorium di Nabire belum memadai sehingga sampel harus diterbangkan ke Jayapura guna mendapatkan hasil yang akurat.

Soroti Pelanggaran Prosedur Konsumsi

Dalam investigasi awal, terungkap adanya indikasi pelanggaran prosedur konsumsi. Dari tujuh korban, tiga di antaranya mengonsumsi makanan MBG di rumah setelah dibawa pulang.

Padahal, sesuai standar operasional prosedur (SOP), makanan basah dalam program ini wajib dikonsumsi langsung di sekolah.

Langkah ini bertujuan untuk menghindari risiko makanan basi atau terkontaminasi zat berbahaya saat dalam perjalanan atau disimpan terlalu lama di luar suhu ruangan yang dianjurkan.

Langkah Tegas dan Evaluasi Dapur

BGN telah melaporkan insiden ini ke tingkat pusat dan menginstruksikan audit total terhadap dapur SPPG Lani yang melayani 1.892 penerima manfaat di 17 sekolah. Seluruh dapur di wilayah Nabire kini diperintahkan untuk memperketat standar pengolahan makanan guna mencegah kejadian serupa terulang.

BGN menanggung penuh biaya perawatan para korban. Lima pasien yang sebelumnya dirawat di Klinik Rihensa dengan tagihan mencapai Rp9,84 juta kini telah dipindahkan ke Klinik Alfa Benedik Jaya untuk penanganan yang lebih optimal.

Hingga saat ini, BGN memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak telah mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik dan kondisinya terus dipantau secara berkala oleh tim medis. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya