Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

BGN Tanggung Biaya Perawatan Korban & Tutup Permanen SPPG Pondok Kelapa

 Gana Buana
04/4/2026 14:47
BGN Tanggung Biaya Perawatan Korban & Tutup Permanen SPPG Pondok Kelapa
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional SPPG Pondok Kelapa.(Antara)

BADAN Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah drastis dengan menghentikan sementara (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur, menyusul insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa. Sebanyak 60 pelajar dilaporkan mengalami gejala medis serius usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (3/4).

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan pihaknya bertanggung jawab penuh atas insiden keamanan pangan ini. Selain permohonan maaf, BGN berkomitmen menanggung seluruh biaya perawatan medis para korban di rumah sakit.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ujar Nanik dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (4/4).

Dapur tak Layak Standar Jadi Sorotan

Keputusan penghentian operasional SPPG Pondok Kelapa dilakukan tanpa batas waktu yang ditentukan. Investigasi awal mengungkap adanya pelanggaran standar kelayakan fasilitas pada dapur penyedia layanan tersebut.

"SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas, karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang masih belum memenuhi standar," tegas Nanik.

Kronologi kejadian bermula pada Kamis (2/4) sore saat pihak sekolah melaporkan sejumlah siswa mengalami mual, diare, dan sakit perut. Menu yang dikonsumsi saat itu terdiri dari spaghetti bolognese, bola daging, telur orak-arik tofu, sayuran, dan buah stroberi.

Dugaan Makanan tidak Segar

BGN menduga kuat penyebab keracunan berkaitan dengan penurunan kualitas bahan pangan. Jeda waktu yang terlalu lama antara proses pengolahan (memasak) dengan waktu konsumsi disinyalir menjadi pemicu utama makanan tidak lagi dalam kondisi segar saat disantap siswa.

Hingga saat ini, 60 siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya dilaporkan terus membaik. BGN berjanji akan memperketat pengawasan di seluruh titik distribusi MBG guna memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga dan mencegah insiden serupa terulang kembali.

BGN mengimbau seluruh SPPG untuk mematuhi protokol food safety secara ketat, terutama terkait durasi distribusi makanan dari dapur ke sekolah. (Ant/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya