Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo adalah Kejahatan Kemanusiaan

M Ilham Ramadhan Avisena
09/2/2026 12:43
Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo adalah Kejahatan Kemanusiaan
Ilustrasi(Antara)

Direktur Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Noor Azhari, mengutuk keras aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau OPM Kodap XVI Yahukimo terhadap seorang karyawan sekolah di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Noor menilai pembunuhan tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan karena dilakukan terhadap warga di lingkungan sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

“Pembunuhan brutal yang dilakukan di ruang sekolah bukan sekadar tindak kriminal biasa. Ini sudah masuk kategori kejahatan kemanusiaan,” kata Noor dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (9/2).

Menurutnya, kekerasan yang menyasar ruang pendidikan menunjukkan bahwa aksi tersebut tidak hanya bertujuan menimbulkan gangguan keamanan, tetapi juga menyentuh nilai-nilai kemanusiaan yang paling mendasar.

Noor menambahkan, aksi kekerasan tidak berhenti pada pembunuhan korban. Para pelaku juga melakukan perusakan serta memecahkan kaca ruang kelas Sekolah Yakpesmi menggunakan lemparan batu.

Ia menilai rangkaian tindakan tersebut menunjukkan pola kekerasan yang disengaja dengan menjadikan sekolah dan tenaga pendidik sebagai sasaran teror untuk menunjukkan eksistensi kelompok bersenjata.

“Sekolah adalah ruang sipil yang seharusnya dilindungi. Ketika ruang kelas diganggu, itu adalah teror terhadap masa depan anak-anak Papua,” kata Noor.

Atas peristiwa tersebut, Noor mendesak Komnas HAM dan Kementerian Hak Asasi Manusia untuk segera turun langsung ke Yahukimo guna melakukan penyelidikan independen dan menyeluruh.

“Kasus ini harus diproses sebagai pelanggaran HAM serius dan kejahatan kemanusiaan, bukan sekadar kejahatan biasa,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah memperkuat perlindungan terhadap tenaga pendidik dan masyarakat sipil di wilayah rawan konflik di Papua agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya