Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Satgas Damai Cartenz Bongkar Jaringan Senpi KKB, Dana Rp122 Juta Disita

 Gana Buana
14/3/2026 15:23
Satgas Damai Cartenz Bongkar Jaringan Senpi KKB, Dana Rp122 Juta Disita
Satgas Damai Cartenz Bongkar Jaringan Senpi KKB.(World Press)

Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polda Papua berhasil membongkar jaringan perdagangan senjata api (senpi) dan amunisi ilegal yang ditujukan untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Yahukimo dan Yalimo. Dalam operasi tersebut, polisi meringkus lima tersangka beserta barang bukti ratusan amunisi dan uang tunai ratusan juta rupiah.

Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan secara maraton pada Kamis (12/3) di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura. Operasi ini merupakan hasil pengembangan intelijen terkait pergerakan logistik KKB dari wilayah pegunungan ke pusat kota.

Peran Strategis Tersangka

Dari delapan orang yang diamankan, lima di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dengan peran yang berbeda-beda dalam rantai pasokan senjata:

  • SP (38): Bertugas sebagai pencari dan pembeli senpi rakitan serta amunisi.
  • OB (22) alias Bakuru: Penyumbang dana utama senilai Rp122 juta untuk pembelian senjata.
  • YP (35): Donatur khusus amunisi dengan nilai transaksi Rp13 juta.
  • MKM (39) dan DK (35): Berperan sebagai perantara dan penghubung antara pembeli dengan penyedia senjata.

"Tiga orang lainnya masih berstatus saksi dan sedang dalam pendalaman penyidik untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan mereka dalam jaringan ini," ujar Kombes Yusuf di Jayapura, Sabtu (14/3/2026).

Barang Bukti dan Modus Operandi

Dalam penggeledahan, petugas menyita satu pucuk senpi rakitan laras panjang, 298 butir amunisi berbagai kaliber, lima buah magasin, serta sejumlah dokumen identitas dan alat komunikasi milik para pelaku.

Kombes Yusuf menjelaskan bahwa modus operandi jaringan ini adalah mengirimkan utusan dari wilayah pegunungan menuju Jayapura. Para utusan ini bertugas mencari jaringan penyedia senjata api di wilayah perkotaan.

"Modus operandi yang digunakan para pelaku yakni dengan mengutus beberapa orang dari wilayah pegunungan menuju Jayapura untuk mencari jaringan yang dapat menyediakan senjata api dan amunisi. Bila sudah diperoleh, akan dibawa ke wilayah operasi," tegasnya.

Saat ini para tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolda Papua untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi terus melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak lain yang diduga kuat menjadi penyedia atau penjual senjata dalam rantai pasokan ilegal tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya