Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Ratusan Ruang Kelas Rusak, Disdikpora Cianjur Butuh Anggaran Rp100 Miliar

Benny Bastiandy
01/4/2026 17:12
Ratusan Ruang Kelas Rusak, Disdikpora Cianjur Butuh Anggaran Rp100 Miliar
Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Ruhli Solehudin(MI/BENNY BASTIANDY)

JUMLAH lokal atau ruang kelas rusak SD dan SMP di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencapai ratusan unit. Butuh biaya mencapai miliaran untuk memperbaikinya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menyebutkan berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik), setidaknya terdapat 800-an ruang kelas di tingkat SD dan SMP yang kondisinya rusak. Dari jumlah itu, hampir sebagian besar harus dibangun ruang kelas baru.

"Sisanya harus direhabilitasi," ujarnya, Selasa (1/4).

Dari 800-an lokal, sebanyak 300 harus dibangun ruang kelas baru. Rata-rata berada di wilayah utara.

Sementara untuk ruang kelas yang direhabilitasi lebih kurang 500 lokal. Rata-rata berada di wilayah selatan.

"Hasil estimasi, pembangunan RKB dan revitalisasi atau rehabilitasi membutuhkan biaya mencapai Rp100 miliar lebih," sebutnya.

Kalau hanya mengandalkan APBD, kata Ruhli, tentu pembangunan RKB dan rehabilitasi ruang kelas rusak tidak akan cukup. Tahun ini, Disdikpora telah mengusulkan bantuan anggaran pembangunan atau revitalisasi sekolah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Untuk layak rehab atau pembangunan ruang kelas baru itu hasil verifikasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sudah kami usulkan," ucapnya.

Ruhli menyebut, ada beberapa faktor penyebab kerusakan ruang kelas SMP dan SD di Cianjur. Satu di antaranya dampak gempa bumi dahsyat pada akhir 2021.

"Selebihnya karena faktor usia serta dampak bencana, terutama tanah longsor atau pergerakan tanah," pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner