Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Bulog Cianjur Siap Distribusikan Bantuan Pangan, Perkuat Sinergi Antarelemen

Benny Bastiandy
03/4/2026 18:55
Bulog Cianjur Siap Distribusikan Bantuan Pangan, Perkuat Sinergi Antarelemen
Perum Bulog Cianjur menyosialisasikan pendistribusian bantuan pangan yang diikuti berbagai elemen terkait(MI/BENNY BASTIANDY)

BULOG Cianjur, Jawa Barat, siap mendistribusikan bantuan pangan. Penyalurannya untuk alokasi Februari dan Maret 2026.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Cianjur, Yanto Nurdiyanto, mengaku untuk memastikan kelancaran pendistribusian, pihaknya sudah menyosialisasikannya ke berbagai elemen. Sekaligus juga memberikan pemahaman teknis terkait mekanisme penyaluran bantuan pangan dan memastikan kesiapan administrasi yang harus dipenuhi seluruh pihak terkait.

"Proses penyaluran bantuan pangan memang membutuhkan koordinasi yang kuat antarinstansi. Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini diharapkan seluruh pihak memahami tugas dan fungsinya masing-masing," katanya, Jumat (3/4).

Tahun  ini jumlah penerima bantuan pangan (PBP) di Kabupaten Cianjur meningkat signifikan. Jumlahnya mencapai 403.673 PBP atau naik sekitar 99,69% dibandingkan alokasi Oktober dan November 2025 sebanyak 202.152 PBP.

"Bantuan pangan yang kami sosialisasikan untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Meningkatnya jumlah penerima bantuan jadi tantangan tersendiri pada proses penyalurannya. Karena itu diperlukan kesiapan dari seluruh stakeholder agar distribusi berjalan lancar," jelas Yanto.

Setiap PBP akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Untuk alokasi dua bulan, setiap PBP akan mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.


Ketepatan data


Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur, Firman Edi, menekankan pentingnya ketepatan data dan validasi penerima bantuan pangan agar penyaluran tepat sasaran.

Dia juga mengingatkan pentingnya pengawasan untuk menghindari potensi penyimpangan di lapangan.

"Kami menekankan seandainya ada potensi kendala yang mungkin terjadi saat proses distribusi. Mulai dari kondisi geografis, kesiapan logistik, hingga kelengkapan dokumen administrasi," tambahnya.

Hasil kesepakatan pada rapat, kata Firman, seluruh pihak harus meningkatkan komunikasi dan koordinasi, terutama di lapangan. Sinergi antara Dinas Pangan, TKSK, aparat keamanan, pemerintah kecamatan, hingga pihak logistik akan menjadi kunci keberhasilan program ini.

"Output-nya, program bantuan pangan bagi bisa tepat sasaran dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Semoga pendistribusian bantuan pangan di Cianjur berjalan lancar," pungkasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner