Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

5 Tahun Ijang Faisal Pimpin IPHI Jawa Barat, Capaian dan Rencana Ditetapkan

Sugeng Sumariyadi
14/3/2026 20:58
5 Tahun Ijang Faisal Pimpin IPHI Jawa Barat, Capaian dan Rencana Ditetapkan
Ketua PW IPHI Jawa Barat Dr H Ijang Faisal saat membuka kegiatan Buka Puasa Bersama dan Rapat Pleno Pengurus(ISTIMEWA)

PENGURUS Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jawa Barat menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama dan Rapat Pleno Pengurus di Hotel Horison, Jalan Lingkar Selatan, Kota Bandung, Sabtu (14/3).

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi yang telah memasuki lima tahun kepemimpinan Ketua PW IPHI Jawa Barat Dr H Ijang Faisal. Di kegiatan yang sama juga dirumuskan langkah strategis organisasi ke depan.

Pada kesempatan itu, Ijang menyampaikan rasa syukur atas perjalanan lima tahun kepengurusan yang dijalani dengan berbagai dinamika organisasi. Kebersamaan para pengurus dan anggota menjadi faktor utama yang memungkinkan IPHI Jawa Barat tetap berjalan dan menjalankan berbagai program.

“Alhamdulillah kami telah menjalani lima tahun kepengurusan IPHI Jawa Barat dengan segala dinamika yang ada. Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan seluruh pengurus dan anggota. Kita tahu bahwa dinamika di tingkat pusat sempat berdampak hingga ke daerah, termasuk Jawa Barat. Mulai dari berbagai tekanan hingga sikap-sikap yang tidak mudah dihadapi. Namun kebersamaan ini membuat kita tetap mampu berjalan dan menjaga organisasi tetap solid,” ujarnya.

Menurut dia, di balik berbagai tantangan tersebut tetap muncul perkembangan positif dalam organisasi. Salah satunya adalah terbentuknya kepengurusan IPHI di sejumlah daerah seperti Bogor dan Garut, yang menunjukkan bahwa semangat persaudaraan haji tetap tumbuh dan berkembang di Jawa Barat.


Idependensi organisasi


Ijang juga menegaskan bahwa selama ini IPHI Jawa Barat berusaha menjaga independensi organisasi dengan tidak terlalu bergantung pada hibah pemerintah, agar tidak memunculkan dinamika internal yang tidak produktif.

“Kami bersyukur bahwa IPHI Jawa Barat tetap dapat menjalankan berbagai kegiatan tanpa harus bergantung pada hibah. Jika organisasi terlalu bergantung pada hibah, biasanya muncul banyak dinamika bahkan konflik internal. Karena itu kami sengaja membatasi diri. Alhamdulillah sekretariat organisasi dapat berjalan, berbagai program terlaksana, dan pemerintah provinsi tetap memberikan perhatian terhadap keberadaan IPHI Jawa Barat,” jelasnya.

Selain kegiatan organisasi, berbagai aktivitas keagamaan juga terus berjalan. Melalui jaringan Majelis Taklim, IPHI secara rutin menyelenggarakan kegiatan pembinaan keagamaan bagi para anggota, di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat, khususnya di sektor ekonomi.

Ke depan, IPHI Jawa Barat juga telah menyiapkan sejumlah agenda penting. Dalam enam bulan mendatang akan dilaksanakan Muktamar IPHI tingkat pusat, yang kemudian diikuti oleh Musyawarah Daerah (Musda) IPHI Jawa Barat untuk menentukan kepengurusan baru.

Selain itu, pengurus juga merencanakan kegiatan halalbihalal yang diharapkan dapat dilaksanakan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, sebagai bentuk penguatan silaturahmi organisasi. Bahkan, kalau memungkinkan ke depannya bisa di Istana Negara.

Ijang Faisal juga menyampaikan bahwa pengembangan organisasi harus terus dilakukan agar IPHI semakin berperan dalam kehidupan umat.

Ia mengakui bahwa perjalanan organisasi tidak selalu mudah. Namun dukungan keluarga, terutama dari sang istri, menjadi sumber semangat untuk terus menjaga keberlangsungan organisasi.

Kegiatan buka puasa bersama dan rapat pleno ini dihadiri oleh jajaran pengurus IPHI Jawa Barat serta perwakilan pengurus daerah, yang bersama-sama melakukan evaluasi program serta merumuskan langkah organisasi dalam menghadapi agenda-agenda strategis ke depan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner