Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Prabowo Dorong Riset dan Inovasi untuk Atasi Masalah Sampah Nasional

Kautsar Widya Prabowo 
05/2/2026 16:17
Prabowo Dorong Riset dan Inovasi untuk Atasi Masalah Sampah Nasional
Gunungan sampah sempat terlihat di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan.(MI)

PRESIDEN Prabowo Subianto mendorong maksimalisasi riset dan inovasi sebagai solusi konkret dalam mengatasi persoalan sampah nasional. Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai menghadiri rapat terbatas di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat.

“Bapak Presiden menghendaki adanya beberapa inovasi yang secepat mungkin bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi bangsa dan masyarakat kita, salah satunya masalah sampah," ujar Prasetyo, di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (5/2).

Juru bicara Presiden Prabowo ini menyebut sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa. Hasil inovasi tersebut diharapkan dapat segera diperbanyak dan diterapkan secara luas.

Prasetyo menjelaskan, persoalan sampah memiliki jenjang penanganan yang berbeda-beda, mulai dari skala rumah tangga hingga skala kota dengan produksi sampah yang sangat besar.

“Untuk skala besar, seperti program waste to energy yang rencananya akan dilaksanakan di 34 kabupaten, itu ditujukan untuk daerah dengan produksi sampah di atas seribu ton per hari,” jelas Prasetyo.

Ia menegaskan, penanganan sampah harus disesuaikan dengan skala dan karakteristik masing-masing wilayah. Peralatan dan teknologi yang digunakan untuk skala kota tentu berbeda dengan penanganan sampah di tingkat RT, RW, atau desa.

“Yang diinginkan adalah di setiap level itu kita cari penyelesaiannya. Tidak bisa disamaratakan,” tegas Prasetyo.

Selain teknologi, Prasetyo menekankan pentingnya aspek edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, pengelolaan sampah, khususnya yang diarahkan menjadi energi, membutuhkan proses pemilahan sejak dari sumbernya.

“Edukasi menjadi salah satu kunci. Sampah harus dipilah antara organik dan anorganik. Jadi penyelesaian masalah sampah tidak sekadar membangun insinerator, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat,” pungkas Prasetyo. (Bob/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik