Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Sampah dari Mudik Lebaran Diperkirakan Capai 71 Ribu Ton

Atalya Puspa    
16/3/2026 07:56
Sampah dari Mudik Lebaran Diperkirakan Capai 71 Ribu Ton
ilustrasi(Antara)

Musim mudik Lebaran 2026 diperkirakan memicu lonjakan timbulan sampah di berbagai fasilitas publik. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkirakan total sampah yang dihasilkan selama periode mudik bisa mencapai sekitar 71.960 ton.

Perkiraan tersebut sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat pada masa mudik tahun ini. Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, jumlah pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diprediksi mencapai 143,91 juta orang.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan lonjakan mobilitas tersebut berpotensi meningkatkan timbulan sampah di berbagai titik layanan transportasi seperti terminal, stasiun, pelabuhan, hingga rest area.

“Kalau idealnya penanganan sampah di terminal memang harus memiliki fasilitas. Namun demikian karena sampahnya sedikit, yang tidak kalah penting adalah pemilihannya,” ujar Hanif dalam keterangan resmi, Senin (16/3). 

Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah selama musim mudik tidak hanya soal pengangkutan, tetapi juga pemilahan sejak awal agar sampah dapat ditangani lebih efektif.

Dalam rangka mengantisipasi potensi lonjakan sampah tersebut, KLH/BPLH mendorong pengelola fasilitas publik untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah, mulai dari penyediaan tempat sampah terpilah, pengangkutan rutin, hingga edukasi kepada masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga mendorong terminal, stasiun, dan fasilitas transportasi lainnya untuk melengkapi dokumen lingkungan sebagai bagian dari tata kelola yang lebih baik.

“Kami akan mendorong seluruh terminal maupun stasiun untuk segera memenuhi dokumen lingkungan dan tentu ini penting bagi aktivitasnya,” kata Hanif.

Melalui gerakan Mudik Minim Sampah, pemerintah berharap perjalanan mudik tidak hanya berlangsung aman dan nyaman, tetapi juga lebih ramah lingkungan dengan pengelolaan sampah yang lebih tertib. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya