Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Turun Drastis! Kematian akibat Kecelakaan Mudik 2026 Berkurang, namun Ancaman Ini Masih Dominan

Naufal Zuhdi
25/3/2026 16:03
Turun Drastis! Kematian akibat Kecelakaan Mudik 2026 Berkurang, namun Ancaman Ini Masih Dominan
Fatalitas kecelakaan Lebaran 2026 turun 28%(MI/Naufal Zuhdi)

KABAR positif datang dari periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas tercatat menurun signifikan, namun risiko di jalan raya belum sepenuhnya hilang.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengungkapkan bahwa dalam 12 hari masa siaga Lebaran, jumlah korban meninggal dunia mencapai 228 orang. Angka ini turun sekitar 28% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 318 korban.

Penurunan ini disebut sebagai hasil dari berbagai upaya pengawasan dan peningkatan keselamatan selama masa mudik.

“Fokus kami adalah menekan angka fatalitas, dan sejauh ini terjadi penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Awaluddin dalam konferensi pers di Jasa Marga Tollroad Command Center, Bekasi, Rabu (25/3).

Meski tren menunjukkan perbaikan, fakta di lapangan masih mengkhawatirkan. Kecelakaan didominasi oleh pengguna kendaraan roda dua, dengan penyebab utama yang belum berubah: kelelahan pengemudi dan kondisi kendaraan yang tidak optimal.

Awaluddin menyoroti fenomena perjalanan ekstrem yang dilakukan pemudik, bahkan hingga lebih dari 35 jam tanpa istirahat cukup. Kondisi ini dinilai menjadi “silent killer” yang kerap memicu kecelakaan fatal di jalan.

Di sisi lain, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan kepada 224 korban meninggal dunia dengan total nilai mencapai Rp11,2 miliar hingga laporan terakhir.

Pihaknya menegaskan bahwa pemantauan keselamatan akan terus dilakukan hingga arus balik selesai. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak memaksakan diri saat berkendara.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Pastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum perjalanan,” tegasnya.

Penurunan angka fatalitas memang menjadi sinyal positif, namun dominasi kecelakaan roda dua dan faktor kelelahan menunjukkan bahwa pekerjaan rumah keselamatan berkendara masih jauh dari selesai. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya