Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Kasus Kanker Payudara Global Diprediksi Tembus 3,5 Juta pada 2050

Thalatie K Yani
03/3/2026 08:11
Kasus Kanker Payudara Global Diprediksi Tembus 3,5 Juta pada 2050
Ilustrasi(freepik)

KANKER payudara tetap menjadi kanker yang paling banyak didiagnosis pada perempuan di seluruh dunia. Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Oncology memprediksi jumlah kasus global akan melonjak hingga lebih dari 3,5 juta pada 2050.

Studi yang menganalisis tren di 204 negara selama tiga dekade ini mengungkap realitas pahit: adanya jurang pemisah yang semakin dalam antara negara kaya dan miskin dalam hal tingkat kelangsungan hidup pasien.

Ketimpangan Angka Kematian

Di negara-negara berpenghasilan tinggi, investasi pada skrining dan pengobatan telah menurunkan angka kematian sebesar 30% antara tahun 1990 hingga 2023. Sebaliknya, di negara-negara berpenghasilan rendah, angka kematian justru meningkat sekitar 99% pada periode yang sama.

"Ada peningkatan pada tingkat mortalitas di lingkungan berpenghasilan tinggi seiring waktu, namun terdapat ketidakadilan nyata dalam kemajuan dan peningkatan kematian di beberapa lingkungan berpenghasilan rendah," ujar Dr. Lisa Force, penulis utama studi dari University of Washington.

Data tahun 2023 menunjukkan sekitar 2,3 juta perempuan didiagnosis kanker payudara dengan angka kematian mencapai 764.000 jiwa. Di wilayah sub-Sahara Afrika, kondisinya sangat mengkhawatirkan dengan angka kematian mencapai 35 per 100.000 orang dua kali lipat dari rata-rata global.

Krisis Infrastruktur dan Biaya

Kesenjangan ini mencerminkan ketidakseimbangan antara deteksi kasus dan kesiapan infrastruktur medis. Dr. Kamal Menghrajani dari Massachusetts General Hospital menekankan kesadaran saja tidak cukup tanpa sistem pengobatan yang terkoordinasi.

Di Afrika, tahun 2020, hanya separuh negara yang memiliki layanan radioterapi. Selain itu, faktor ekonomi menjadi penghalang besar. Biaya pengobatan standar seperti trastuzumab yang dikombinasikan dengan kemoterapi dapat setara dengan pendapatan rata-rata sepuluh tahun penduduk di beberapa negara miskin.

Disparitas Rasial di Amerika Serikat

Menariknya, studi ini mencatat bahwa infrastruktur kelas dunia tidak menjamin kesetaraan. Di Amerika Serikat, perempuan kulit hitam memiliki angka kematian 40% lebih tinggi dibandingkan perempuan kulit putih. Hal ini diduga dipicu oleh kombinasi faktor kompleks seperti keterlambatan diagnosis, akses pengobatan, hingga bias dalam pelayanan medis.

Langkah Pencegahan dan Risiko

Meskipun faktor gaya hidup bukan penyebab utama mayoritas kasus, studi ini menyarankan beberapa langkah untuk mengurangi risiko:

  • Membatasi konsumsi daging merah.
  • Berhenti merokok.
  • Menjaga kadar gula darah dan berat badan ideal.
  • Mengurangi konsumsi alkohol dan aktif secara fisik.

Para ahli kini menyarankan perempuan berusia 40 hingga 74 tahun untuk melakukan mammogram setiap dua tahun sekali. Meski pemeriksaan mandiri (self-exam) tidak lagi menjadi standar panduan bulanan karena potensi kerancuan dengan siklus menstruasi, perempuan tetap diimbau untuk mengenali perubahan bentuk, benjolan, atau kelainan pada kulit payudara mereka. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya