Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR baik bagi Anda yang sulit menyempatkan diri untuk berolahraga. Studi yang dipublikasikan jurnal Nature Medicine menemukan bahwa aktivitas yang dikenal dengan nama Vigorous Intermittent Lifestyle Physical Activity (VILPA) memberikan manfaat besar bagi kesehatan.
Melansir dari laman Welldounded.health berikut ulasan mengenai VILPA.
VILPA adalah aktivitas fisik yang biasa kita lakukan sehari-hari. Secara tidak sadar kita ternyata sudah melakukan altivitas VILPA dalam rutinitas kita. Contohnya:
Pendeknya, VILPA merupakan akitifitas singkat tetapi intens yang biasa kita lakukan. Durasi setiap aktivitas biasanya hanya 30–60 detik, tetapi intensitasnya cukup tinggi untuk meningkatkan detak jantung.
Masih mengutip dari laman yang sama, studi terhadap lebih dari 25.000 orang dewasa yang tidak berolahraga secara teratur menunjukkan hasil sebagai berikut:
Bahkan, manfaatnya meningkat seiring penambahan volume VILPA. Mereka yang melakukan hingga 11 kali VILPA dalam sehari mengalami:
Rata-rata peserta melakukan sekitar 8 ledakan aktivitas per hari dengan total sekitar 6 menit.
Menariknya, hasil tersebut sebanding dengan penelitian pada 62.000 orang yang rutin melakukan olahraga terencana seperti jogging atau HIIT. Artinya, aktivitas intens spontan dalam rutinitas rumah tangga pun mampu memberi manfaat sebesar olahraga intensif.
VILPA sangat mudah dipraktikkan tanpa waktu khusus. Berikut tips sederhananya:
Intinya, perlu menambahkan aktifitas intens seperti berjalan atau berlari yang juga mendukung rutinitas Anda. (Z-1)
Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan dilakukan secara teratur, gejala asma justru dapat lebih terkontrol dan kualitas hidup meningkat.
Aktivitas fisik yang rutin terbukti dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme.
Karbohidrat tetap menjadi elemen krusial bagi tubuh sebagai sumber energi utama, terutama saat berolahraga di tengah kondisi berpuasa.
Penambahan fitur di Strava ini merupakan bentuk respons langsung terhadap tingginya minat serta permintaan dari komunitas pengguna terhadap kelima aktivitas fisik tersebut.
Minat masyarakat Bandung terhadap olahraga raket terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Kualitas fisik seseorang di masa tua sangat bergantung pada tabungan pola hidup yang dibangun sejak masa kanak-kanak hingga dewasa muda.
Memasuki usia 40 tahun, bukan alasan untuk mengurangi aktivitas fisik. Justru, olahraga semakin dibutuhkan karena metabolisme tubuh mulai melambat
Cuaca ekstrem melanda sebagian wilayah di Indonesia. Berikut tips untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar di tengah cuaca yang tidak menentu
Menjaga suhu minyak tetap pada kisaran ideal 175-190°C dapat membantu mencegah gorengan menyerap terlalu banyak minyak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved