Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Jaga Imunitas: Kombinasi Pola Makan Spesifik dan Olahraga Rutin Jadi Kunci

Basuki Eka Purnama
12/3/2026 21:41
Jaga Imunitas: Kombinasi Pola Makan Spesifik dan Olahraga Rutin Jadi Kunci
Ilustrasi(Freepik)

MENERAPKAN pola makan yang sehat bergizi serta olahraga rutin menjadi faktor krusial dalam meningkatkan imunitas tubuh. Hal ini ditegaskan oleh peneliti utama HDI Propoelix, Dr. H. Harli Amir Mahmudji, Sp.PD-KEMD, dikutip Kamis (12/3)

Dalam paparannya, Harli menekankan bahwa pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.

"Makanan bergizi itu bersifat individual, sangat tergantung kondisi tubuh masing-masing," kata Harli.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan gizi berkembang seiring bertambahnya usia. Anak-anak, misalnya, membutuhkan asupan protein dan nutrisi tinggi untuk mendukung fase pertumbuhan. 

Sementara itu, kelompok remaja dan dewasa perlu menyeimbangkan asupan protein dan lemak yang selaras dengan kebutuhan metabolisme mereka. 

Di sisi lain, kelompok lansia memerlukan nutrisi spesifik untuk menjaga massa otot serta kesehatan tulang.

Aktivitas Fisik yang Konsisten

Selain faktor nutrisi, Harli juga menyoroti pentingnya aktivitas fisik yang konsisten. Menariknya, ia menyebutkan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan latihan fisik yang terlampau berat untuk mendapatkan manfaat kekebalan tubuh.

Menurutnya, aktivitas fisik sederhana seperti berjalan kaki atau berlari kecil selama 30 menit sehari dengan frekuensi lima kali seminggu sudah cukup untuk memperkuat sistem imun.

"Bukan olahraga berat seperti yang dilakukan atlet profesional, tapi aktivitas fisik yang konsisten dan sesuai kemampuan," tuturnya.

Olahraga yang terukur ini diketahui dapat meningkatkan respons sel darah putih terhadap infeksi akut. Selain itu, aktivitas fisik rutin membantu tubuh menjaga keseimbangan sistem imun agar tetap optimal.

Peran Suplemen Sebagai Pendamping

Terkait penggunaan suplemen, Harli memberikan catatan penting. Ia menegaskan bahwa produk suplemen bukanlah pengganti gaya hidup sehat, melainkan berperan sebagai terapi komplementer atau adjuvan.

Suplemen tersebut berfungsi mendukung kesiapan sel darah putih dalam menghadapi infeksi akut. Berdasarkan hasil penelitian klinis selama 30 hari yang dilakukan terhadap pekerja kantoran, pemberian suplemen ini terbukti dapat meningkatkan profil sel darah putih pada fase akut tanpa memicu peningkatan peradangan (inflamasi).

Melalui temuan ini, masyarakat diingatkan bahwa imunitas yang kuat merupakan hasil sinergi antara pola makan yang tepat, olahraga teratur, dan dukungan nutrisi tambahan yang teruji secara klinis. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya