Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJALANKAN ibadah puasa bagi penderita penyakit penyerta atau komorbid, seperti hipertensi dan diabetes, memerlukan perhatian ekstra. Dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia, Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK (K), menekankan pentingnya strategi mengganti makanan pencetus penyakit dengan pilihan yang lebih sehat sesuai kondisi tubuh.
Bagi penderita hipertensi, kunci utamanya terletak pada pengendalian asupan garam (natrium).
Inge menjelaskan bahwa pembatasan garam harus tetap dilakukan, baik saat sedang berpuasa maupun tidak. Sebagai solusinya, pasien disarankan meningkatkan konsumsi kalium yang banyak ditemukan dalam sumber alami.
“Hipertensi itu salah satu penyebabnya adalah karena terlalu banyak garam, berarti dia puasa atau tidak puasa tetap kurangi garam. Salah satu untuk mengganti posisi dari natrium atau garam adalah kalium yang paling banyak terdapat pada buah dan sayur. Jadi kurangi garamnya tapi meningkatkan jumlah sayur dan buahnya,” kata Inge.
Sementara itu, bagi penderita diabetes, fokus utama adalah pada pemilihan jenis karbohidrat.
Inge menyarankan penggantian karbohidrat sederhana seperti nasi putih dan tepung dengan karbohidrat kompleks. Komposisi nutrisi yang ideal dalam satu porsi makan adalah 50%-60% karbohidrat kompleks, 10%-15% protein, serta asupan lemak di bawah 30%.
Selain itu, penderita diabetes perlu berhati-hati saat berbuka. Konsumsi sirup atau kurma dalam jumlah berlebihan sangat tidak disarankan karena dapat memicu lonjakan kadar gula darah secara drastis. Sebagai alternatif, jus buah segar tanpa pemanis tambahan jauh lebih aman karena mengandung gula alami.
Inge mengingatkan bahwa saat berpuasa, tubuh hanya kehilangan waktu makan siang. Oleh karena itu, asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
“Jadi komponen itu harus ada, termasuk di dalamnya harus juga ada sayur dan buah sebagai sumber dari vitamin, mineral dan juga air. Makannya seperti biasa, tapi kan berarti hanya makan siang yang hilang, berarti di sahur harus makan yang baik dan ketika berbuka juga harus makan yang baik,” tuturnya.
Keselamatan medis tetap menjadi prioritas utama. Dr. Inge memberikan panduan tegas kapan seorang pasien komorbid harus segera membatalkan puasanya:
Terakhir, Inge mengingatkan agar pasien tidak mengabaikan konsumsi obat-obatan rutin selama periode sahur dan berbuka.
Konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam sebelum memulai puasa sangat dianjurkan untuk memastikan kesiapan kondisi fisik secara menyeluruh. (Ant/Z-1)
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu menurunkan stres psikologis pada penderita hipertensi, sebuah faktor yang sering terabaikan dalam penanganan tekanan darah tinggi.
Selain hipertensi, Dinkes Batam juga menyoroti tingginya beban penyakit menular dan pernapasan. I
Kondisi udara dengan oksigen rendah bisa menyebabkan peningkatan tekanan paru yang membuat jantung kanan bekerja ekstra memompa darah ke paru-paru.
Perubahan yang terjadi pada perempuan hamil memicu imunitas sehingga terjadi hipertensi paru atau hipertensi pulmonal.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Studi terbaru mengungkap diabetes bukan sekadar masalah kesehatan, tapi ancaman bagi GDP dunia. Temukan mengapa pencegahan dini menjadi kunci stabilitas ekonomi.
Pada penderita diabetes, infeksi ini dapat berkembang lebih cepat, sulit disembuhkan, dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani secara tepat.
Langkah pertama dalam merawat luka diabetes adalah menjaga kebersihan luka setiap hari. Luka harus dibersihkan menggunakan air mengalir dan sabun
Diabetes tipe 5 atau maturity onset diabetes of the young (MODY), merupakan variasi diabetes yang biasanya muncul pada usia muda biasanya kurang dari 25 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved