Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Solusi Terapi Hipertensi Mandiri di Rumah: Menggabungkan Rendam Kaki dan Napas Dalam

Basuki Eka Purnama
24/2/2026 05:47
Solusi Terapi Hipertensi Mandiri di Rumah: Menggabungkan Rendam Kaki dan Napas Dalam
Ilustrasi(Freepik)

DOSEN Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prima Trisna Aji, resmi meluncurkan buku ajar berjudul Terapi Kombinasi Rendam Kaki Air Hangat dan Relaksasi Nafas Dalam pada Penderita Hipertensi, Senin (16/2). 

Buku ini menawarkan intervensi nonfarmakologis yang dirancang untuk mengatasi masalah kekambuhan hipertensi yang sering dialami pasien di rumah.

Buku ini disusun sebagai panduan terapi pendamping yang dapat dilakukan secara mandiri. 

Menurut Prima, banyak pasien hipertensi kembali mengalami kenaikan tekanan darah karena faktor stres, gaya hidup, dan kurangnya intervensi mandiri yang konsisten.

“Kami melihat bahwa pasien hipertensi sering kambuh karena faktor stres, gaya hidup, dan kurangnya intervensi mandiri yang konsisten di rumah. Buku ini kami susun sebagai panduan terapi pendamping yang mudah, murah, dan berbasis bukti ilmiah,” ujar Prima.

Secara teknis, buku ini mengintegrasikan dua metode sederhana namun efektif. Rendam kaki air hangat dan teknik relaksasi napas dalam bekerja secara fisiologis melalui mekanisme vasodilatasi perifer serta penurunan aktivasi sistem saraf simpatis. 

Proses ini berperan penting dalam membantu stabilisasi tekanan darah pada penderita.

Prima menekankan bahwa keunggulan utama dari metode ini terletak pada aksesibilitasnya. 

“Keunggulan terapi ini adalah alatnya tersedia di setiap rumah. Air hangat dan teknik pernapasan adalah sesuatu yang sangat sederhana, tetapi jika dilakukan dengan protokol yang benar dan konsisten, hasilnya signifikan,” tambahnya.

Buku yang disusun bersama Arief Shifyan Bhaidowy dan Elinda Rizkasari ini bukan hanya berisi teori, melainkan panduan teknis yang komprehensif. 

Elinda menjelaskan bahwa buku ini memuat detail protokol yang diperlukan, mulai dari durasi, frekuensi, langkah pelaksanaan, indikator evaluasi, hingga aspek keamanan.

“Kami ingin buku ini menjadi referensi aplikatif, bukan hanya bahan bacaan. Mahasiswa, dosen, dan praktisi bisa menggunakannya sebagai dasar penelitian maupun implementasi di masyarakat,” kata Elinda.

Pendekatan ini sejalan dengan paradigma self-care management modern, di mana pasien diposisikan sebagai subjek aktif dalam mengendalikan penyakitnya sendiri. 

Dengan protokol yang terstandar, inovasi ini diharapkan menjadi solusi praktis yang berkelanjutan bagi masyarakat untuk menekan angka komplikasi hipertensi di rumah. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya