Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MASALAH kelainan bentuk kaki pada anak, seperti bentuk menyerupai huruf O (genu varum) atau huruf X (genu valgum), sering kali menjadi kekhawatiran orang tua.
Ternyata, salah satu pemicu utama kondisi ini adalah defisiensi atau kekurangan vitamin D yang berdampak langsung pada kualitas tulang anak.
Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Ortopedi Anak, dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp.OT Subsp. A (K), menjelaskan bahwa vitamin D memegang peranan vital dalam proses penyerapan kalsium.
Jika kadar vitamin D rendah, kalsium yang seharusnya menjadi struktur utama kekuatan tulang tidak dapat terserap maksimal oleh tubuh.
"Beberapa kasus ketika vitamin D-nya rendah itu kan menyebabkan kalsiumnya jadi sulit diabsorsi. Jadi enggak banyak yang diabsorsi ke dalam tubuh, sehingga akibatnya kalsiumnya yang terdeposit ke dalam tubuh tulang menjadi lebih rendah," ujar Aulia dalam sebuah temu media di Jakarta, Rabu.
Kondisi ini membuat anak rentan terkena rakitis, yakni kelainan pada tulang yang menyebabkan kualitasnya menurun.
Akibat tulang yang tidak kokoh, beban tubuh membuat kaki anak melengkung membentuk pola O atau X.
Aulia menambahkan bahwa kekurangan vitamin D tidak hanya dipicu oleh asupan makanan yang buruk, tetapi juga faktor keturunan dari orangtua. Namun, jika dideteksi lebih awal, kondisi ini dapat diperbaiki melalui pemberian suplemen.
Selain faktor nutrisi, terdapat beberapa faktor risiko lain yang perlu diwaspadai orangtua, di antaranya berat badan bayi yang berlebih, kelainan bawaan, riwayat trauma atau infeksi, tumor tulang, kelainan saraf, hingga gangguan autoimun.
Jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat, kelainan bentuk kaki ini berisiko menimbulkan komplikasi jangka panjang. Anak-anak tersebut rentan mengalami osteoarthritis, cedera meniskus, kelainan pola jalan, hingga risiko terjatuh yang lebih tinggi.
Untuk mengatasi permasalahan ini, dunia medis mengenal prosedur bernama Guided Growth Surgery. Tindakan ini secara khusus hanya dapat dilakukan saat anak masih dalam fase pertumbuhan. Metodenya melibatkan pemasangan pelat logam kecil seukuran klip kertas dengan dua sekrup pada salah satu sisi lempeng pertumbuhan tulang.
Sistem kerja pelat ini adalah menahan pertumbuhan di satu sisi, sementara sisi lainnya dibiarkan tetap tumbuh normal. Tujuannya agar tulang yang bengkok secara perlahan kembali lurus mengikuti arah pertumbuhan alami anak.
Menariknya, prosedur ini tidak menghalangi mobilitas harian. Anak-anak tetap dapat beraktivitas tanpa perlu menggunakan penyangga kaki atau gips.
Meski demikian, proses penyembuhan total membutuhkan waktu sekitar satu tahun, tergantung pada kecepatan pertumbuhan masing-masing anak. Evaluasi pascaoperasi biasanya dilakukan dalam dua minggu untuk melihat perkembangan luka, dan jika hasilnya baik, klip logam tersebut nantinya dapat direncanakan untuk diangkat. (Ant/Z-1)
Membedong kaki dengan tujuan meluruskan struktur tulang tidak memiliki dasar medis.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Beberapa buah yang dianggap "sehat" dan "baik untuk jantung" bisa memicu peradangan, memperburuk aliran darah, serta memperlemah kekuatan kaki dengan cara yang tidak terlihat.
Tsabita dan tim mahasiswa KKN Unimus Semarang menggelar demonstrasi terapi rendam kaki air hangat di Desa Pranggong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.
5 Jenis Heels yang Cocok untuk Pemilik Kaki Lebar
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved