Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MASALAH kelainan bentuk kaki pada anak, seperti bentuk menyerupai huruf O (genu varum) atau huruf X (genu valgum), sering kali menjadi kekhawatiran orang tua.
Ternyata, salah satu pemicu utama kondisi ini adalah defisiensi atau kekurangan vitamin D yang berdampak langsung pada kualitas tulang anak.
Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Ortopedi Anak, dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp.OT Subsp. A (K), menjelaskan bahwa vitamin D memegang peranan vital dalam proses penyerapan kalsium.
Jika kadar vitamin D rendah, kalsium yang seharusnya menjadi struktur utama kekuatan tulang tidak dapat terserap maksimal oleh tubuh.
"Beberapa kasus ketika vitamin D-nya rendah itu kan menyebabkan kalsiumnya jadi sulit diabsorsi. Jadi enggak banyak yang diabsorsi ke dalam tubuh, sehingga akibatnya kalsiumnya yang terdeposit ke dalam tubuh tulang menjadi lebih rendah," ujar Aulia dalam sebuah temu media di Jakarta, Rabu.
Kondisi ini membuat anak rentan terkena rakitis, yakni kelainan pada tulang yang menyebabkan kualitasnya menurun.
Akibat tulang yang tidak kokoh, beban tubuh membuat kaki anak melengkung membentuk pola O atau X.
Aulia menambahkan bahwa kekurangan vitamin D tidak hanya dipicu oleh asupan makanan yang buruk, tetapi juga faktor keturunan dari orangtua. Namun, jika dideteksi lebih awal, kondisi ini dapat diperbaiki melalui pemberian suplemen.
Selain faktor nutrisi, terdapat beberapa faktor risiko lain yang perlu diwaspadai orangtua, di antaranya berat badan bayi yang berlebih, kelainan bawaan, riwayat trauma atau infeksi, tumor tulang, kelainan saraf, hingga gangguan autoimun.
Jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat, kelainan bentuk kaki ini berisiko menimbulkan komplikasi jangka panjang. Anak-anak tersebut rentan mengalami osteoarthritis, cedera meniskus, kelainan pola jalan, hingga risiko terjatuh yang lebih tinggi.
Untuk mengatasi permasalahan ini, dunia medis mengenal prosedur bernama Guided Growth Surgery. Tindakan ini secara khusus hanya dapat dilakukan saat anak masih dalam fase pertumbuhan. Metodenya melibatkan pemasangan pelat logam kecil seukuran klip kertas dengan dua sekrup pada salah satu sisi lempeng pertumbuhan tulang.
Sistem kerja pelat ini adalah menahan pertumbuhan di satu sisi, sementara sisi lainnya dibiarkan tetap tumbuh normal. Tujuannya agar tulang yang bengkok secara perlahan kembali lurus mengikuti arah pertumbuhan alami anak.
Menariknya, prosedur ini tidak menghalangi mobilitas harian. Anak-anak tetap dapat beraktivitas tanpa perlu menggunakan penyangga kaki atau gips.
Meski demikian, proses penyembuhan total membutuhkan waktu sekitar satu tahun, tergantung pada kecepatan pertumbuhan masing-masing anak. Evaluasi pascaoperasi biasanya dilakukan dalam dua minggu untuk melihat perkembangan luka, dan jika hasilnya baik, klip logam tersebut nantinya dapat direncanakan untuk diangkat. (Ant/Z-1)
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Tahukah Anda telinga jangkrik bukan di kepala? Simak penjelasan ilmiah mekanisme pendengaran jangkrik di kaki depan dan fungsinya bagi evolusi.
Banyak pasien hipertensi kembali mengalami kenaikan tekanan darah karena faktor stres, gaya hidup, dan kurangnya intervensi mandiri yang konsisten.
Membedong kaki dengan tujuan meluruskan struktur tulang tidak memiliki dasar medis.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita gak tau kuman apa yang nempel di tangan kita.
Penguatan pelayanan kesehatan primer, terutama Puskesmas dan Posyandu, harus menjadi prioritas dalam strategi nasional penanganan kesehatan mental anak.
Pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved